Khawatir Tak Terjual, Petani Stroberi Galau 

21 August 2019 - 22:01 WIB
Kades Pandanrejo Abdul Manan

BATU (Surabayapost.id) –  Para petani stroberi di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, galau. Sebab, mereka khawatir paska panen raya pada bulan September 2019  nanti hasil panennya membusuk karena tak terjual.  

Untuk itu, dari sejumlah ratusan petani yang tergabung di Gabungan Kelompok Masyarakat ( Gapoktan) di Lumbung Stroberi Pandanrejo tersebut, berharap terhadap Pemerintah Kota Batu,agar segera mencari trobosan pasar stroberi, guna mengatisipasi terjadinya para petani stoberi itu, tidak sampa gulung tikar,lantaran buah stroberinya tidak laku dijual.

Hal tersebut, dibenarkan Kepala Desa (Kades) desa setempat, Abdul Manan, Rabu (21/8/2019). Menurut pemangku Desa Pandanrejo, yang sapaan akrabnya Manan itu, tak lama lagi para petani bakal mrnghadapi panen raya  buah stroberi didesanya.Celakanya, Manan mengaku mereka sedang dirundung kegalauan dan kehilangan kepercayaan dirinya.

Alasannya, kwatir hasil panen rayanya tidak laku terjual dan membusuk, untuk itu, Manan berharap. “Pemerintah Kota Batu agar segera bersikap dan mengantisipasi paska jelang panen raya stroberi tiba. Dari sejumlah 300 petani dan sejumlah 300 pula lahan pertanian stroberi, dan sekira 32 hetar jumlah luas keseluruhan,” katanya. 

“Jadi paska panen raya nantinya, sekitar awal bulan September mendatang, sedianya Pemerintah Kota Batu bisa memberi jalan supaya stroberi – stroberi tersebut bisa terjual. Dengan langkah yang seperti itu, sehingga para petani masih bisa bertahan dan tidak kecewa,” kata Manan.

Untuk itu, Manan menyerukan sesuai Visi misi Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, Desa Berdaya Kota Berjaya.Visi misi yang dimaksut, akan menjadi timpang, jika dari Pemerintah dan dan kalangan Ekskutif serta para pengusaha besar tidak bersinegi.Bahkan menurut dia, kalau sampai tidak punya rasa peduli terhadap keberadaannya desa – desa wisata yang tersebar di wilayah Kota Batu.

” Para petani yang dimaksut,bisa jadi gulung tikar, slias bubar.Maka itu perlu bersinergi dari pelaku usaha besar bersama Pemerintah dan pelaku usaha disektor pertanian ditingkat desa yang tersebar diberbagai penjuru Kota Wisata Batu, itulah yang diharap para petani,” tandasnya.

Selain itu, tandas dia, wisata stroberi yang berada di Desa Pandanrejo, menurutnya tak perlu dipuji.

” Kami hanya ingin Pemerintah lewat dinas terkait peduli bagaimana solusinya dalam  mencarikan pasar jualnya.Supaya buah stroberi itu bisa terjual habis,” tanya Manan.

Olehkarena itu, Manan berharap terhadap Pemkot Batu dan para kalangan wakil rakyat, sedianya dalam memberi peluang pemberdayaan lewat anggaran APBD Kota Batu, tidak hanya melulu terhadap kampanye minum susu segar bagi para siswa di Kota Batu.

” Ya, Pemerintah Kota Batu lewat Dinas Pendidikan Kota Batu, setidaknya bisa bijak dan sekali kali supaya bagi – bagi minuman kemasan dari buah stroberi beserta buahnya untuk siswa.Itukan sama – sama menyehatkan.

Jadi para siswa sehat.Selain itu,sesuai Visi dan Misi Wali Kota Batu, agar sejalan dan menjadi Desa Berjaya,” tegasnya.

Untuk itu, tegas dia, dengan jumlah petani striberi yang jumlahnya ratusan tersebut, kalau Pemkot tidak segera mengambil langkah.

Setidaknya paska panen raya mendatang, menurut Manan, diyakini bakal kecewa berat para petani tersebut.

“Karena para petani itu butuh kepastian dan bagaimana pasarnya yang perlu diperhatikan. Artinya akan tidak sia – sia dalam beraktifitas sebagai petani, kalau paska panen raya, Pemerintah juga terlibat bisa memasarkan hasil pertanian tersebut,” jelas dia. 

Lebih hebat lagi, lanjut dia, kalau Pemkot lewat Dinas Pendidikan bisa mengkampanyekan minum sari buah stroberi bersama buahnya, untuk para pelajar di Kota Batu.Seperti mengkampanyekan minum susu gratis,” pungkasnya (Gus)