Lawan Corona, FRWKB Lakukan Penggalangan Koin

28 March 2020 - 21:47 WIB
FRWKB saat melakukan koordinasi penghalang koin untuk melawan wabah virus corona

BATU (surabayapost.id) – Pemerintah Kota Batu dalam menangani Bencana Nasional Pandemi Covid-19 dinilai kurang maksimal. Kafena itu beberapa elemen masyarakat Kota Batu yang tergabung dalam Forum Rembug Warga Kota Batu (FRWKB) melakukan aksi penggalangan koin.

FRWKB itu terdiri dari beberapa elemen masyarakat. Itu mulai dari kalangan umum, tokoh agama, tokoh masyarakat, anggota DPRD, Ormas Pemuda Pancasila, Kadin Batu dan pengusaha, pengacara, pedagang, dan para jurnalis di Kota Batu.

Mereka melakukan penggalangan koin sejak Jumat (27/3/2020) sampai malam hingga Sabtu (28/3/2020). Donasi yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp 25 juta.

Hal tersebut disampaikan oleh koordinator lapangan (Korlap) gerakan “Kota Batu Lawan Corona” (KBLC), Sudarno, Sabtu (28/3/2020). Menurut Darno, dalam aksinya selain ingin bermanfaat, karena merasa prihatin dengan pemerintah Kota Batu.

“Pemerintah kurang maksimal dalam melakukan pencegahan.Selain itu ,pemerintah tidak bertambah tidak maksimal kalau melangkah sendiri. Dan dari hasil donasi yang didapat FRWKB bakal digunakan aksi dengan penyemprotan desinfektan dan membagi bagikan hand sanitiser, serta masker gratis bagi warga Kota Batu,” katanya.

Selain itu, kata dia, donasi dan aksi yang digelar FRWKB, bertujuan untuk mencegah persebaran Covid-19 di Kota Batu. Selanjutnya, untuk menggugah seluruh masyarakat untuk ikut ambil peran dalam memerangi pandemi Covid-19 ini.

“Kegiatan bertema KBLC tersebut, bakal berlangsung pada Selasa (31/3) mulai Pukul 8.00 WIB hingga selesai bersama Polres Batu dengan penyemprotan desinfektan. Penyemprotan itu ,nantinya bakal menyasar di tempat-tempat umum yang akan dimulai dari Pasar Besar Kota Batu,” ungkapnya.

Dengan begitu ,lanjut dia, sasaran utamanya Pasar Besar yang akan disemprot desinfektan. Menurutnya di beberapa lokasi yang rawan yang jadi berkumpulnya massa.

Diantaranya terminal, halte TMP, Pasar Sanggrahan, Pasar Gentengan, block office, kantor DPRD, tempat wisata, mangkal ojek online, tempat ibadah seperti masjid, klenteng, gereja, dan vihara.

“Ini bertujuan untuk memaksimalkan pencegahan sebaran Covid-19 supaya tidak mewabah.Bahkan dengan adanya korban di Kota Batu. Itu mencerminkan bahwa corona ada di Kota Batu.Melalui aksi nantinya sedianya bisa berdampak positif pada perilaku dan kesadaran hidup bersih warga dalam merespon pandemi,” harapnya.

Oleh karena itu, harap dia, dari aksi yang bakal dilakukan agar tidak ada efek domino akibat corona seperti negara-negara lain yang telah viral di berbagai media.

Sementara itu anggota FRWKB, Heri Maskur mengaku apa yang dilakukan bersama adalah aksi awal FRWKB. Selanjutnya menurut dia, akan tetap memantau dan mencari solusi dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan supaya tidak memperlemah kondisi di Batu.

“Nantinya bakal memberikan bantuan bahan pokok dari hasil donasi yang terkumpul.Karena kalau hanya menunggu pemerintah daerah, saya yakin itu terkesan hanya sebatas wacana saja dan tak jelas progresnya,” sindir Heri.

Kemudian lanjut Heri, berharap kepada Pemkot Batu jangan menganggap remeh dengan masalah ini.Dengan begitu, menurut Heri Pemkot Batu agar secepatnya mengambil langkah – langkah nyata, dalam menangani ancaman wabah corona.

” Langkah nyata yang dibutuhkan masyarakat dan jangan hanya sebatas himbauan dan banyak teori – teori saja yang diselorohkan. Pembagian masker dan hand sanitizer saja kepada masyarakat belum dilakukan. Apalagi terkait dengan janjinya untuk membagikan sembako dan janji yang lainnya. Sampai saat ini hanya sekadar wacana belaka,” timpalnya. (Gus)