Libatkan Ibu-ibu, Wali Kota Dewanti Kampanyekan Wajib Pakai Masker

8 August 2020 - 05:32 WIB
Wali Kota, Dandim dan Kapolres Batu pada saat di Ruang Graha Pancasila Kota Batu

BATU (SurabayaPost.id) – Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko bersama Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama SIK MIK serta Damdim 0818, Kabupaten Malang/Batu, Letkol Inf Yusuf Dody Sandra SIP MI Pol kampanyekan gerakan sejuta masker. Kampanye wajib pakai masker yang melibatkan para ibu – ibu itu dihelat di Gedung Graha Pancasila ,Among Tani, Kota Batu, Jumat (7/8/2020) malam.

Gerakan sejuta masker arahan dari Presiden RI Joko Widodo yang melibatkan para kaum ibu – ibu PKK tersebut, diyakini bisa menekan penularan Covid-19 di Kota Batu. Hal tersebut dikatakan Dewanti di gedung Graha Pancasila.

“Saya yakin ibu-ibu PKK dapat berperan aktif untuk menekan potensi penyebaran Covid – 19 di Kota Batu. Karena ibu-ibu PKK bisa membantu menyebarkan dan mensosialisasikan penggunaan masker. Mereka berperan sebagai motor penggerak pemakaian masker,” katanya.

Untuk itu, orang nomor satu di lingkungan Pemkot Batu tersebut, sangat berharap dengan keterlibatan PKK dari pusat hingga daerah bisa mengawal dan mengingatkan masyarakat. Sehingga mereka sadar pentingnya masker untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

Ibu-ibu PKK yang dilibatkan dalam kampanye wajib bermasker.

“Di Kota Batu tengah menyediakan jatah masker sejumlah 500 ribu potong. Ditambah lagi bantuan dari Kemendagri dan dari desa melalui dana desa (DD) yang dialokasikan untuk penanganan Covid-19 ini,” paparnya.

Itu, papar dia, dari setiap daerah bisa menyediakan sejumlah 500 ribu masker. Menurutnya hal itu sesuai dengan arahan dari Gubernur Jawa Timur selain berdasarkan perintah dari pemerintah pusat.

“Pak Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan kepada kita semua untuk melibatkan ibu – ibu PKK. Itu karena secara naluri mereka punya kemampuan mengajak pada kebaikan. Kami punya harapan besar ketika dibantu oleh ibu-ibu PKK Karena hasilnya nanti akan bisa lebih optimal lagi,” terangnya.

Menurut dia, mereka bisa mengingatkan anggota keluarganya untuk mematuhi protokol kesehatan. Apalagi, yang perlu diketahui Kota Batu masih zona merah.

“Ingat Kota Batu masih zona bahaya. Bukan menakut-nakuti, ASN kami pun ada yang kena,” ungkapnya.

Dengan demikian, Wali Kota perempuan yang pertama di Malang Raya ini, mengingatkan kepada masyarakat untuk memakai masker yang benar. Itu kata dia diipasang penuh hingga menutupi hidung dan mulutnya.

Hal senada disampaikan pucuk pimpinan Polres Batu yang sapaan akrabnya Harvi. Dia mengatakan bahwa hal itu sesuai arahan dari Presiden RI Joko Widodo.

“Tujuannya agar instruksi ini bisa terealisasi dan dilakukan secara sadar oleh masyarakat. Sehingga bisa dipatuhi seluruh masyarakat, dan Bapak Presiden ingin mencanangkan gerakan memakai masker,” tegasnya.

Untuk itu, tegas dia, terkait Ibu-ibu PKK sebagai ujung tombak untuk menyukseskan dalam gerakan ini. Alasannya, karena gerakan tersebut sangat luhur di masa pandemi seperti sekarang ini.

“Kalau saya analisa pemikiran Presiden, ini tidak hanya menjadikan ibu-ibu sebagai garda depan. Tapi lebih dari itu,para ibu-ibu dan peran ibu-ibu sangat luar biasa,” puji Harvi.

Dari sebab itu, Harvi mengaku bersama Dandim 0818, dan Pemkot Batu punya harapan bisa terus menyebarluaskan gerakan menggunakan masker yang melibatkan para kaum ibu-ibu.

Itu karena di Kota Batu secara statistik, kata dia, menurut pemaparan Kadinkes, Kota Batu ini zona merah. “Dalam situasi ini tak bisa diremehkan. Jadi masyarakat berjuang, pemerintah juga berjuang untuk menanggulangi Covid-19 agar semua segera berakhir,” harapnya (Gus/Adv)