Minat Masyarakat Vaksin Dosis 3 Menurun, Kabinda : Jatim Perlu Mendapat Perhatian Khusus Semua Pihak 

19 June 2022 - 11:30 WIB
Kepala Badan Intelijen Daerah Jatim, Marsma Rudy Iskandar, saat di Balaikota Among Tani Kota Batu
Kepala Badan Intelijen Daerah Jatim, Marsma Rudy Iskandar, saat di Balaikota Among Tani Kota Batu

BATU (SurabayaPost.id) – Minat masyarakat untuk melanjutkan vaksinasi hingga dosis 3 (booster) menurun, kenaikan kasus Covid-19 komulatif di Wilayah Jawa Timur hingga 16 Jini 2022 tercatat sebanyak 576.925 kasus.

Hal tersebut, disampaikan Kepala Badan Intelejen Daerah (Kabinda) Jatim, Marsma Rudy Iskandara, SE, Minggu (19/06/2022).

 “Kenaikan kasus Covid-19 di wilayah Jatim, sebaran Covid-19 komulatif hingga 16 Juni 2022 tercatat sebanyak 576.925 kasus atau bertambah sebanyak 65 kasus. Sembuh sebanyak 545.105 orang (bertambah 169 orang) dan meninggal dunia sebanyak 31.651 orang (bertambah 1 orang). Dari jumlah kasus komulatif tersebut aktif positif sebanyak 169 orang (bertambah 10 orang),” kata Rudy.

Untuk daerah yang menduduki 5 besar kasus aktif positif, kata dia, adalah Kota Surabaya dengan 60 orang, disusul Kabupaten Sidoarjo 27 orang, Kabupaten Tulungagung 10 orang, Kota Malang dan Kabupaten Pasuruan 9 orang.

“Kita masih patut bersyukur karena ada 9 daerah dengan nol kasus aktif positif yaitu Kabupaten Nganjuk, Kota Madiun, Kabupaten Pacitan, Kota Probolinggo, Kabupaten Ponorogo, Kota Mojokerto, Kabupaten Madiun, Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Sampang,” paparnya.

Demikian, kata dia, peningkatan jumlah kasus baru di Jatim menurut Rudy perlu mendapatkan perhatian khusus dari semua pihak, terlebih dengan munculnya sub – varian Omicron BA.4 dan BA.5 yang oleh ahli penyakit menular penularannya dinilai lebih cepat dari varian sebelumnya. 

“Binda Jatim bersama Dinkes Provinsi Jatim dan Dinkes Kabupaten/Kota se Jatim terus menggalakkan vaksinasi agar sebaran covid-19 tetap bisa dikendalikan dengan baik,” ungkapnya.

Dengan demikian, Rudy pun berharap sinergitas Binda Jatim dengan Dinkes yang selama ini terjalin dengan baik akan terus berlanjut dalam menghadapi muncul varian baru Covid-19.

Sementara itu, Kadinkes Kota Batu drg Kartika Trisulandari menyampaikan pasca lebaran Idul Fitri 2022 terjadi penurunan minat masyarakat untuk melakukan vaksinasi dosis 3.

“Untuk itu, Dinkes Kota Batu terus berupaya melakukan terobosan antara lain memanfaatkan pelayanan kesehatan masyarakat untuk mendeteksi masyarakat yang belum melaksanakan vaksinasi baik dosis 1, dosis 2 atau dosis 3,” lanjutnya.

“Terimakasih kepada Binda Jatim, TNI dan Polri yang telah berkontribusi secara maksimal dalam memberikan vaksinasi kepada masyarakat Kota Batu,”ujar dia.

Oleh karena itu, Kartika berharap munculnya varian baru covid-19 bisa dikendalikan dengan baik agar masyarakat Kota Batu bisa menjalankan profesinya masing-masing untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.

“Demikian juga dengan bidang pendidikan bisa tetap menjalankan pendidikan tatap muka guna menghasilkan kualitas peserta didik sesuai yang diharapkan oleh semua pihak,” pungkasnya (gus)