Peningkatan Infrastruktur Jalan Sidoraharjo-Kesambenkulon, Gus Yani : Transportasi Strategis Ketahanan Pangan dan Kesehatan

GRESIK (SurabayaPost.id)–Akhir tahun 2023 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik akab meningkatkan ketahanan pangan melalui pertanian dan akses kesehatan masyarakat dengan peningkatan infrstruktur jalan. Pemkab Gresik mengawali peningkatan infrastruktur dengan membangun jalan Sidoraharjo Kecamatan Kedamaian yang menghubungkan desa Kesambenkulon, Kecamatan Weringinanom dengan material aspal.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani), jalan trategis ini bakal dijadikan sebagai penunjang transportasi ketahanan pangan yang dihasilkan dari pertanian untuk mengeliminir ancaman iklim ekstrim ‘El Nino’. Jalan Sidoraharjo-Kesambenkulon juga akan menjadi jalur alternatif antar Kecamatan Kedamean dan Weringinanom sehingga akan pula menjadi akses ke Rumah Sakit Gresik Sehati (RSGS) untuk mempermudah akses transportasi bagi masyarakat Gresik wilayah selatan.

Gus Yani menjelaskan, rekonstruksi jalan menelan anggaran Rp4,1 miliar dengan panjang 800 meter, lebar 5 meter dengan konstruksi aspal. Tahap awal sejak Mei lalu telah dilakukan penyiapan badan jalan dan tes material ke laboratorium independen Institut Tehnologi Sepulun Nopember Surabaya atau ITS.

Hingga saat ini, progres fisik sudah sampai pada tahap penggalian tanah dan pemasangan cericuk bambu untuk pekerjaan pondasi Tembok Penahan Tanah (TPT). Ini merupakan penuntasan dari total panjang ruas 3 km yang telah dikerjakan sejak beberapa waktu lalu.

“Ini sangat penting karena dapat menunjang ketahanan pangan, apalagi adanya ancaman iklim ekstrim ‘elnino’ yang ada di depan mata. Tahun 2023 kita akan menuntaskan jalan support ketahanan pangan ini untuk para petani, sehingga mudah untuk panen. Tinggal PJU nya, setelah jalan siap akan segera dipasang oleh Dishub sehingga jalan ini akan tuntas.” ungkap Gus Yani saat meninjau rekonstruksi jalan Sidoraharjo – Kesambenkulon, Selasa (13/06).

Selain jalan Sidoraharjo – Kesambenkulon, Dinas PUTR juga tengah menyelesaikan jalan akses ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di Belahanrejo, Kedamean. Volume pekerjaan akan mencakup jalan sepanjang 530 meter dengan lebar 5,4 meter. Jalan ini ditargetkan akan selesai bersamaan dengan resminya TSPT pada akhir tahun 2023 nanti.

“Ketika akses jalan dan TPST sudah rampung maka insyalllah, akhir tahun 2023 jalan sudah bisa dibuat untuk melakukan aktifitas ekonomi masyarakat. Karena sampah juga masih bernilai ekonomi jika kita kreatif menciptakan terobosan. Tentu pemerintah akan memfasilitasi. Nantinya, TPST ini dapat menampung sampah dari 4 kecamatan, yaitu Menganti, Kedamean, Driyorejo, dan Wringinanom.” ujarnya.

Rencananya, TPST Gresik Selatan ini akan berfungsi sama dengan TPA Ngipik yang sudah menggunakan mesin RDF dalam mengolah sampah. Ini menujukkan keseriusan Pemkab Gresik dalam menangani masalah sampah yang menggunung di wilayah Gresik Selatan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.