Peringati HUT Pemprov Jatim dan Kota Batu, Wali Kota Ajak Tumbuhkan Rasa Kesatuan dan Persatuan 

17 October 2019 - 18:35 WIB
Wali Kota Dewanti Rumpoko saat memimpin upacara memperingati HUT Pemprov Jatim dan Kota Batu yang ke-18 di Stadion Gelora Brantas Kota Batu

BATU (SurabayaPost.id) – Pemkot Batu memperingati  Hari Jadi Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang ke- 74, dan HUT Kota Batu ke-18 lewat upacara khusus.  Upacara yang dipimpin Wali Kota Batu Dra Hj Dewanti Rumpoko tersebut digelar di Stadion Gelora Brantas, Kota Batu, Kamis (17/10/2019).

Dalam upacara tersebut dihadiri juga Wakil Wali Kota Batu Ir H Punjul Santoso, Ketua DPRD Kota Batu Asmadi beserta Wakil Ketua dan seluruh anggota DPRD Kota Batu. Selain itu  Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama, Kajari Batu Sri Heny Alamsari, Dandim 0818 Batu-Malang Letkol Inf Ferry Muzawwad SIP, Pabung Kodim 0818 Batu-Malang Mayor Arm, Choirul Effendi.

Lalu, Kepala BNN Batu AKBP Mudawaroh, Kepala Kantor Kementerian  Agama Kota Batu Drs Nawawi, Perwakilan Forkopimda Malang Raya, Sekda Kota Batu Drs, Zadim Efisiensi beserta Asisten, Staf Ahli dan Kepala OPD Kota Batu serta Ketua TP PKK Kota Batu Wibi Asri. 

Wawali Punjul Santoso bersama Forkopimda usai mengikuti upacara di Stadion Gelora Brantas.

Disamping itu Komandan Satuan TNI/Polri, Ketua LVRI, Pepabri, DHC 45, Ketua Dharma wanita, Ketua GOW, Ketua NU, Ketua Pemuda Pancasila. Bahkan Tokoh Agama dan Masyarakat Kota Batu serta siswa siswi di Kota Batu dan seluruh ASN dilingkungan Pemkot Batu juga ikut upacara memperingati HUT Kota Batu.

Acara sakral yang dihelat di Gelora Brantas tersebut  diawali dengan Pembacaan sejarah singkat Hari Jadi Provinsi Jawa Timur dan Hari Jadi Kota Batu. Wali Kota  Dewanti Rumpoko selaku Inspektur upacara dalam amanatnya mengatakan jika hari ini merupakan momentum untuk menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan.

“Selain itu  menumbuhkan kebanggaan kita dalam mendorong semangat memiliki dan membangun daerah. Itu  untuk memperkuat rasa kecintaan masyarakat di wilayah Jawa Timur, dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut, dia menegaskan bila  giat peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur yang hampir bersamaan dengan hari lahirnya Kota Wisata Batu tersebut, patut disyukuri. Sebab, menurutnya Kota Batu  merupakan satu-satunya daerah pemekaran di Provinsi Jawa Timur, yang memiliki sejarah cukup panjang.

Itu mengingat, Kota Batu awalnya merupakan Kecamatan yang naik status menjadi Kota administratif Batu. Setelah itu menjadi Kota Batu. 

Perjalanan menjadi Kota Batu itu menurut dia mengalami perkembangan yang cukup pesat. Baik itu  dari aspek ekonomi, sosial maupun budaya. “Sehingga dalam perjalannya dari Kota Adminsitratif memunculkan dinamika dan aspirasi dari masyarakat untuk meningkatkan statusnya menjadi kota otonom,” tandasnya.

Dengan demikian, tandas dia, dukungan untuk meningkatkan status, menurutnya muncul dari banyak kalangan termasuk dari Bupati Malang, DPRD Kabupaten Malang serta Gubernur Jawa Timur. Termasuk juga dari  organisasi kemasyarakatan lainnya.

“Para eksponen Pokja jasanya patut diapresiasi. Sebab, pada 17 Oktober 2001 Kota Batu ditetapkan  sebagai Daerah Otonom Baru. Itu melalui Undang – Undang Nomor 11 Tahun 2001, tentang Pembentukan Kota Batu,” paparnya. 

Karena itu kata dia, Kota Batu yang kini sudah berkembang pesat harus terus ditingkatkan. Semua komponen masyarakat, kata dia, harus ikut terlibat. “Sehingga kesejahteraan masyarakat Kota Batu terus meningkat,” pungkasnya. (Gus)