Pulihkan Ekonomi, Wali Kota Dewanti: Genjot Sektor Wisata

11 October 2020 - 18:33 WIB
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko kala menghadiri acara puncak Seni Pertunjukan di Era Kebiasaan Baru yang berlangsung di Gor Gajah Mada Kota Batu.

BATU (SurabayaPost.id) – Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko terus berupaya memulihkan ekonomi warga Kota Wisata Batu (KWB). Untuk itu dia menggenjot sektor wisata.

Itu terbukti dengan arahan dia dalam berbagai kesempatan terhadap organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Batu. Termasuk ketika menghadiri acara sosialisasi seni pertunjukan di era kebiasaan batu yang digagas Dinas Pariwisata Kota Batu di Gor Gajah Mada, Kota Batu, Sabtu (10/10/2020).

Menurut dia, event tersebut merupakan upaya memulihkan perekonomian di Kota Batu. Untuk itu, kata dia, Pemerintah Kota Batu wajib terus menggenjot sektor pariwisata. Itu mulai dari membuka desa wisata hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Makanya dia terlihat antusias ketika menghadiri sosialisasi seni pertunjukan di era kebiasaan baru yang berlangsung di Gor Gajah Mada itu. Apalagi event tersebut merupakan acara puncak yang menghadirkan bintang tamu runner up Indonesian Idol 2018, Ahmad Abdul.

Pertunjukan seni di era kebiasaan baru yang digelar di Gor Gajah Mada Kota Batu

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko dalam sambutan acara tersebut mengatakan bila pandemi telah memberi dampak yang begitu luar biasa. Terutama kepada sektor pertunjukan seni di Kota Batu. Sehingga banyak seniman yang tidak beraktivitas.

“Padahal, Kota Batu memiliki potensi begitu besar dalam pertunjukan seni. Selain sebagai acara kebudayaan, pertunjukan seni juga terkadang dihadirkan saat acara-acara formal pemerintahan,” katanya.

Menurut dia, sejak keran kebiasaan baru dibuka, sektor pertunjukan seni didorong bisa aktif kembali. Sehingga, kata dia, dapat membantu memulihkan sektor perekonomian di Kota Batu.

“Pandemi berdampak pada sektor wisata dan seni pertunjukan yang selama berbulan-bulan tanpa ada event. Melalui simulasi event yang digelar 10 Oktober 2020 di GOR Gajah Mada Kota Batu ini, kami ingin menggerakan kembali pertunjukan yang sempat terhenti,” ungkapnya.

Para pejabat di Pemkot Batu kala menyaksikan pertunjukan seni di Gor Gajah Mada Kota Batu

Meski begitu, jelas dia, protokol kesehatan harus menjadi perhatian utama. Dalam simulasi, menurutnya diterapkan pembelian tiket yang dipesan secara daring. Hingga peserta datang ke lokasi, ada petugas yang memeriksa kondisi kesehatan.

Dengan begitu, terang Dewanti semuanya bisa berjalan lancar. Sebab, pesertanya kata dia dari berbagai kalangan komunitas.

Itu mengingat peserta acara simulasi terdiri atas seniman tradisional, musisi, youtuber, vloger, delegasi duta wisata kang mas-nimas. Selain itu videografer dan fotografer serta animator.

“Para peserta ini nanti tentu harus dibina secara berkelanjutan. Itu tupoksi Disparta Kota Batu. Kita harapkan mereka bisa masuk dalam bidang ekonomi kreatif di Kota Batu,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Sidiq mengaku tujuan utama program tersebut untuk meningkatkan kualitas anak-anak milenial dalam memanfaatkan IT. Sehingga mereka bisa berperan dalam mengangkat potensi wisata Kota Batu yang luar biasa.

Pertunjukan seni di Gor Gajah Mada Kota Batu

“Yang kedua, menghadirkan para narasumber untuk memacu referensi manajemen pertunjukan yang baik. Harapannya Kota Batu memiliki talenta seni pertunjukan. Ini akan kami manfaatkan untuk kedepannya. Harapannya mereka bisa berkontribusi untuk Kota Batu,” mintanya.

Oleh karena itu, Arief meyakini anak-anak muda memiliki potensi memviralkan potensi wisata dan budaya Kota Batu di sosial media. Dengan adanya informasi yang viral, ia meyakini pula akan menjadi daya tarik wisatawan yang datang ke Kota Batu.

“Jadi, teman-teman mampu menjadi influencer, dan memviralkan tujuan wisata. Khususnya destinasi wisata berbasis alam dan desa. Dampak positifnya nanti wisatawan makin tertarik,” tandasnya.

Untuk itu, tegas dia, acara sosialisasi simulasi pertunjukan seni di era perilaku baru itu berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. “Selain cek suhu tubuh, jumlah peserta yang dipersilahkan masuk juga dibatasi agar ada jarak,” pungkasnya. (Gus/Adv)