PWI Malang Raya Bersama Ahmad Basarah, Gelar Edukasi Literasi Media Dengan Menggandeng Pemkab Malang

18 November 2022 - 05:51 WIB
PWI Malang Raya Bersama Ahmad Basarah, Gelar Edukasi Literasi Media Dengan Menggandeng Pemerintah Kabupaten Malang (ist)
PWI Malang Raya Bersama Ahmad Basarah, Gelar Edukasi Literasi Media Dengan Menggandeng Pemerintah Kabupaten Malang (ist)

MALANG (SurabayaPost.id) – Guna menjawab keresahan masyarakat akan maraknya pemerasan mengatasnamakan wartawan. Persatuan Wartawatan Indonesia (PWI) Malang Raya bersama anggota DPR RI Ahmad Basarah menggelar edukasi literasi media dengan menggandeng Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Malang. Kegiatan yang bertempat di Pendopo Agung Kabupaten Malang tersebut di ikuti Camat serta Kepala Desa (Kades) di seluruh Kabupaten Malang, Kamis (17/11/2022).

Menurut Wakil Bupati (Wabup) Malang, Drs H Didik Gatot Subroto SH MH, langkah PWI Malang Raya perlu diapresiasi. Organisasi Jurnalis ini telah berupaya memberikan edukasi terkait literasi media yang dikemas dengan sosialiasi empat pilar kebangsaan. Acara ini sebagai wujud kontribusi bersama untuk kemajuan Indonesia.

Anggota Komisi X DPR RI yang juga Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah menyerahkan cinderamata kepada Ketua PWI Malang Raya, Ir Cahyono (ist)
Anggota Komisi X DPR RI yang juga Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah menyerahkan cinderamata kepada Ketua PWI Malang Raya, Ir Cahyono (ist)

“PWI Malang telah memberikan pencerahaan terhadap kasus pemerasan yang dilakukan oknum wartawan. Edukasi ini sangat penting untuk dapat mengantisipasi sejak dini,” ujar Didik dalam sambutannya.

Acara yang bertajuk “Literasi Media Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan” ini digelar di Pendopo Kabupaten Malang. Diikuti hampir 400 peserta Kades dan Camat di seluruh Malang Raya.

Wabup mengakui, beberapa oknum wartawan tersebut tidak hanya mendatangi kantor desa. Namun sudah berani mendatangi Camat maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Maka seiring dengan hal tersebut, Camat maupun Kades, yang merupakan ujung tombak roda Pemerintahan, perlu mengetahui mengenai Jurnalistik.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PWI Malang Raya Ir Cahyono menambahkan, bahwa pihaknya banyak menerima pengaduan. Yakni laporan mengenai pemerasan mengatasnamakan wartawan. Tidak hanya Kades saja yang kerap didatangi oknum tersebut, namun juga Kepala Sekolah.

Literasi media yang dikemas dengan sosialisasi empat pilar kebangsaan di ikuti Camat dan Kepala Desa se Kabupaten Malang (ft.cholil)
Literasi media yang dikemas dengan sosialisasi empat pilar kebangsaan di ikuti Camat dan Kepala Desa se Kabupaten Malang (ft.cholil)

“Kami tidak hanya memberikan edukasi agar terhindar dari pemerasan. PWI Malang juga akan memberikan pemahaman bermedia sosial agar tak terjerat UU ITE,” ucap Cahyono.

Perlu diketahui, Dewan Pers telah mewajib seluruh Jurnalis mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Dimana dalam kaidah Jurnalistik, seorang wartawan tidak diperkenankan meminta uang kepada narasumber.

PWI Malang Raya sendiri sudah menerbitkan buku sebagai panduan di lapangan. Termasuk di dalamnya menjelaskan tentang hak jawab narasumber. Jika suatu berita terdapat ketidaksesuaian dengan pernyataan narasumber.

Selanjutnya Wakil Ketua MPR RI, Dr Ahmad Basarah SH MH menguraikan tentang empat pilar kebangsaan. Ia juga menjelaskan mengenai salah satu tugas Lurah dan Kades, ialah mengawal Pancasila, sebagai benteng pertahanan negara.

Menurutnya, kebanyakan kegaduhan dan konflik yang terjadi di masyarakat timbul karena membaca berita hanya sebatas judul saja, malas baca isinya.

Maka Kades sebagai ujung tombak pemerintahan memiliki tanggung jawab dari perkembangan negatif arus informasi.

Wakil Ketua MPR ini lantas mengambil contoh kasus pelaku percobaan pembunuhan terhadap Kapolri. Ternyata dalam temuan dalam Laptop pelaku, ia menuduh Pancasila, UU adalah produk Thogut.

Disinyalir pelaku yang merupakan mahasiswa ini terpapar berbagai info negatif tersebut dari media sosial. Maka disinilah peran penting PWI untuk menyebarkan berita positif yang menyejukan dan mendamaikan. (*)