Raih Juara Catur Internasional, Rektor: Itu Bukti Reputasi IBU Malang 

1 February 2019 - 17:45 WIB
Ervan Muhamad, mahasisqa IBU Malang yang sukses meraih juara di tournament Grand Asian Chess Challenge (GACC) 23th di University of Malaya - Malaysia. 
Ervan Muhamad, mahasisqa IBU Malang yang sukses meraih juara di tournament Grand Asian Chess Challenge (GACC) 23th di University of Malaya - Malaysia. 

MALANG (SurabayaPost.id).– Prestasi civitas akademika IKIP Budi Utomo  (IBU) Malang terus mengalir di level internasional. Setelah sukses meraih perak  cabang voli pantai di Asian Games 2018, kini meraih juara pertama catur di level Asian.

Siapa pengukir prestasi bersejarah itu?  Dia adalah Ervan Mohamad. Mahasiswa jurusan Olahraga, Kesehatan dan Rekreasi IKIP Budi Utomo Malang itu sukses menjadi juara di tournament Grand Asian Chess Challenge (GACC) 23th.

Turnamen GACC tersebut digelar  di University of Malaya – Malaysia. Dalam turnamen itu Ervan sudah memastikan gelar juara, meski turnamen belum selesai.

Turnamen catur yang digelar Tuanku Bahiyah Residential Collage itu, sedianya baru berakhir besok.  “Tapi, saya sudah pasti juara pertama. Sedangkan yang lain, masih berebut untuk juara dua dan juara tiga,’’ ujar Ervan Mohamad  saat dihubungi via telepon di Malaysia, Jumat (1/2/2019).

Menurut Ervan pertandingan itu sendiri masih menyisakan satu babak. Tapi Ervan yang sudah meraih 8 poin, tidak lagi mampu dikejar pesaing di bawahnya.

Ervan Mohamad saat bertanding.
Ervan Mohamad saat bertanding.

Para pesaing itu adalah Azman Hisyam dan Subramaniam Shreyes. Keduanya dari Malaysia. Mereka  hanya mengumpulkan 6 poin. Sementara poin maksimal dalam satu babak, hanya 1 poin.

‘Menurut Ervan, perlawanan terberat dari Malaysia. “Apalagi mereka menjadi tuan rumah. Bahkan  sepertinya posisi 2 dan 3 akan diraih Malaysia. Selain itu, Thailand juga cukup kuat,’’ sebut Ervan.

Turnamen itu sendiri, diikuti 73 peserta. Selain Indonesia, diantaranya dari Thailand, Sri Lanka, India dan Malaysia sebagai tuan rumah. Bahkan Malaysia mengirimkan wakilnya yang terbanyak. Indonesia sendiri diwakili lima pecatur termasuk dari Universitas Brawijaya Malang.

‘’Jelas ini sangat membanggakan. Bagaimana tidak, kami bisa membuktikan kalau IKIP Budi Utomo bisa berkiprah di ajang internasional. Dan kami juga menjadi yang terbaik. Level kami tidak kalah dengan perguruan tinggi internasional,’’ sebut juara Kejurnas Catur di Aceh tahun 2018 ini.

Karena itu, Ervan juga pernah berlaga di Myanmar, Thailand, Vietnam, Philipina, China dan Rusia merasa bangga dengan gelar yang diraih kali ini. Sebab, levelnya antar perguruan tinggi internasional.  

Rektor IKIP Budi Utomo Malang Dr H Nurcholis Sunuyeko MSi.
Rektor IKIP Budi Utomo Malang Dr H Nurcholis Sunuyeko MSi.

Rektor IKIP Budi Utomo (IBU), Dr H Nurcholis Sunuyeko bangga karena anak didiknya meraih prestasi internasional. Menurut rektor yang akrab disapa Yai ini, sukses Ervan kembali membuktikan jika IBU benar-benar bereputasi internasional.

“Itu berarti kami tak sekedar memberi janji. Tapi bukti. Sebab sudah banyak bukti nyata prestasi yang diukir civitas akademika IKIP Budi Utomo Malang ini,” papar dia.

Dijelaskan dia bila hal itu juga menunjukkan bahwa  tata kelola IBU Malang tidak saja menjamin secara internal dan reputasi nasional. Tapi juga transnasional.

Semua itu, menurut Yai merupakan  dedikasi civitas akademika IBU untuk Indonesia. “Ervan maupun Ashfiya (Mohammad Ashfiya, atlet voli pantai), sudah membuktikan reputasi IBU,’’ tegasnya.

Berdasarkan prestasi internasional itu,  kata Yai, wajar kalau IBU menjadi pilihan cerdas (smart choice). Khususnya bagi lulusan SMA dan yang sederajat untuk  bersama-sama menggapai prestasi, dengan karakter kebudiutamaan.

‘’Masyarakat bisa memilih, mana perguruan tinggi yang serius meningkatkan kualitas atau tidak. Tentu  IBU akan menjadi pilihan yang cerdas bagi lulusan SMA,’’ ujar yai.

Karena itu, kata dia, IBU aka  memberi penghargaan spesial bagi Ervan  sebagai salah satu mahasiswa berprestasi. Penghargaan itu berupa  bantuan beasiswa untuk percepatan studi, yang akan diberikan oleh Yayasan IBU Khadijah Malang. (gus)