Resmi Serahkan Berkas, Gresik Butuh Sosok Ahmad Nadir

15 September 2019 - 08:05 WIB

GRESIK (SurabayaPost.id)–Ahmad Nadir mantan Ketua DPRD diperidiksi bakal menjadi bakal calon bupati/wakil bupati Gresik paling fonomenal. Dengan berbagai latar belakang dan perjalanan politiknya Nadir dinilai sejumlah kalangan masih memiliki integritas intelektual dan modal untuk andil menata Gresik kedepan. Mantan Ketua DPC PKB ini ketokohanya masih kuat dan banyak kalangan yang mendukungnya untuk maju dan merebut tampuk kepemimpinan di Kota Santri.

“Pak Nadir masih sangat layak menjadi kandidat pemimpin Gresik kedepan, bisa bupati dan bisa wakil bupati. Beliau adalah sosok berintegritas dan putra daerah yang memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan yang saat ini dikeluhkan masyarakat Gresik. Nadir adalah sosok yang menguasai berbagai persoalan. Saat ini bagaimana kita memberikan panggung agar Gresik benar-benar membangun secara riil bukan hanya pencitraan belaka. Saya yakin Nadir mampu merealisasikan keinginan warga Gresik,” kata Udik Suwarsono Wakil Ketua DPC PDIP Gresik, Sabtu (15/9).

Dikatakan Udik, masa lalu yang pernah dialami Nadir adalah imbas politik yang memang tidak dikehendaki oleh situasi politik saat itu. Tapi saat ini adalah era politik yang lebih terbuka sehingga bakal menjadi milik Ahmad Nadir.

“Nadir memang fonomenal, tapi kita harus fair menilai ketokohan seseorang. Dan sosok Nadir dibutuhkan saat ini. Saat Ketua DPC PKB dipegang Gresik PKB sangat solid dan mampu mengambil separo jumlah anggota DPR saat itu. Kasus yang saat itu melilit Pak Nadir hanya karena dia tidak dikehendaki keberadaanya. Sebab jika tidak kemungkinan bukan siapa-siapa lagi yang memimpin Gresik setelah Pak Robbach (mantan bupati Gresik), tentunya adalah Pak Nadir,” jelasnya. “Tapi ya itulah politik. Saat ini waktunya Pak Nadir kembali tampil untuk membuktikan bahwa dirinya adalah putra terbaik yang layak menjadi pemimpin Gresik,” ungkapnya.

Nadir telah menyerahkan berkas pendaftaran bakal calon wakil bupati (bacawabup) di PDIP Gresik, Sabtu (14/9). Nadir berangkat dari Posko Relawan Gresik Sosial (RGS) Indonesia di Perumahan Pongangan Indah Kecamatan Manyar.

Ketum RGS Indonesia Muslih Hasyim dan puluhan massa RGS ikut mengantarkanya. Tampak juga sejumlah tokoh senior PKB Gresik seperti KH Hamdan yang juga mantan Ketua MWCNU Bungah, H Afif mantan Ketua PAC PKB Sidayu, Abdullah Qonik mantan Bendahara DPC PKB Gresik, dan H Muhlisi dari Benjeng. Selain itu, juga hadir Bendahara DPD Golkar Gresik, Ery Sucahyo mewakili Ketua DPD Golkar Ahmad Nurhamim.

Nadir diterima langsung oleh Ketua DPC PDIP Mujid Riduan dan Ketua Pemenangan Mustofa. “Saya berterima kasih dengan PDIP yang memberikan peluang saya mendaftar,” ujarnya.

Nadir mengaku yakin akan mendapatkan rekom dari DPP PDIP untuk maju dalam kontestasi Pilbup Gresik 2020. “Saya akan bergerak menggalang dukungan untuk meyakinkan DPP. Saya optimis dapat rekom DPP,” kata Nadir yakin.

Dengan modal pengalamannya memimpin DPRD Gresik dan DPC PKB, dirinya ingin meyakinkan DPP PDIP sehingga rekom akan jatuh kepadanya. “6 tahun di PKB dan pernah menjabat Ketua DPRD Gresik adalah modal pengalaman saya untuk maju di Pilkada langsung ini,” terangnya.

“Kalau ditakdirkan menjadi pemimpin Gresik, saya akan melanjutkan program yang sudah ada. Para pemimpin Gresik sudah berjasa. Kekurangan pasti ada, dan itu tugas saya menambal kekurangan itu,” urainya.

Ia mengungkap sejumlah permasalahan yang akan menjadi fokusnya untuk diselesaikan apabila mendapat kesempatan maju di Pilbup Gresik 2020. Di antaranya, ketenagakerjaan, banjir luapan Kali Lamong, kemiskinan, dan sejumlah permasalhan lain. “Tentunya hal itu harus melibatkan semua pihak, tokoh masyarakat, kaum milenial, kaum tua, dan komponen lain,” katanya.

Untuk program infrastruktur, dia mengatakan akan membangunan akses jalan baru baik di wilayah Gresik Selatan maupun Utara untuk memudahkan masyarakat. “Saya yakin Gresik akan berkembang pesat dengan dukungan semua masyarakat,” pungkasnya.