Terima Uangnya Jangan Pilih Orangnya

7 September 2020 - 10:43 WIB

Oleh : Kerin Ikanto

Politik memang sulit diprediksi. Sebab apa yang nampak dipermukaan terkadang belum tentu menjadi kenyataan. Menghitung hasil Pilkada jauh lebih sulit ketimbang memprediksi besaran ukuran celana dalam perempuan cantik.

Ketika saya ditanya siapa paslon yang akan terplih nanti gantikan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, saya jawab belum tahu. Tergantung hasil Pilkada yang digelar pada 9 Desember nanti. Sebab, baik Qosim maupun Gus Yani, sama-sama berpotensi untuk menang dan juga berpeluang kalah.

Bicara soal misi dan visi, keduanya juga cukup bagus. Keduanya sama-sama mengusung perubahan. Bahkan, Qosim -Alif (QA) dibidang kesehatan punya berencana besar membeli pesawat khusus untuk dijadikan ambulan, meski itu dinilai cukup bombastis dan tidak rasional oleh kubu sebelah.

Bahkan, tak kalah spektakukernya misi dan misi Gus Yani – Bu Min (NIAT) yang akan membawa Gresik berubah lebih maju. Apa yang tidak bisa terwujud jika semuanya berangkat dari niat. Kecuali NIAT sendiri tidak ada niat.

Secara resmi Pilkada Gresik 2020 hanya diikuti oleh dua paslon Cabup- Cawabup NIAT vs QA. Selama Pilkada langsung, Gresik belum pernah diikuti lebih dari tiga paslon. Tidak banyaknya paslon ini memang mudahkan bagi pemilih untuk menentukan pilihannya. Namun, membuat minim juga penghasilan bagi pemilih karena cuma dua amplop yang bakal diterima nanti.

Tak dipungkiri Pilkada selalu tak lepas dari intrik money politik. Kalau bicara soal uang, kedua paslon sama-sama beruang. Di kubu QA ada dr. Alif, yang kata orang hartanya sudah tak terhitung. Sementara di kubu NIAT ada Gus Yani, pemilik Yani Putra yang juga menantu Gus Ali pemangku Ponpes Bumi Sholawat. Bahkan, ada yang menyebut Pilkada Gresik identik pertarungan Alif – Yani. Keduanya sama- sama polikus dan pengusaha muda. Keduanya juga sama – sama punya ambisi besar untuk membangun Gresik ke depan lebih baik dari kepemimpinan Bupati Sambari.

Pemilih, siapa nanti paslon yang kasih uang tetap terimalah. Itu sebagai uang ganti lelah buatmu berangkat ke TPS. Soal pilihan tetaplah yakin sesuai hati nurari. Gak usah nurut sopo2. Yakinlah dengan hatimu sendiri. Kalau tidak suka tetap terima uangnya, tapi jangan pilih orangnya. Soal besaran amplop gak perlu diributkan. Yang penting cukup buat ngopi SEBULAN. Apalagi hidup di tengah pandemik Covid -19 yang membuat dada terasa sesak ini.

Penulis adalah : Jurnalis koran harian senior di Jawa Timur