Ketua KPU Gresik Sebut Pemilu 2019 Paling Rumit

23 March 2019 - 06:35 WIB

GRESIK (SurabayaPos.id)–Rendahnya partisipasi masyarakat disetiap momen pemilihan umum menjadi ‘PR’ berat Komisi Pemilihan Umum (KPU). Agar gelaran pemilu 2019 yang dinilai lebih rumit dari sebelumnya ini sukses KPU Kabupaten Gresik meminta pers ikut melakukan sosialisasi dan mengedukasi agar tingkat partisiasi pemilih meningkat.

“Pemilu 2019 ini paling rumit dari pemilu sebelum-sebelumnya. Agar pemilu sukses kami sengaja mengundang teman-teman pers untuk membantu menyukseskan Pemilu 2019 yang kurang 26 hari ini,” kata Ketua KPU Gresik Ahmad Roni, Jumat (22/3).

Roni mengaku sudah lama lembaga yang dipimpinya itu mengundang pers. Kali ini ia sedang membutuhkanya demi kepentingan sosialisasi dan edukasi agar kesadaran masyarakat terhadap pemilu bergairah.

“Kita memang sudah lama tidak bertemu dan bertatap muka. Tapi kali ini kami butuh agar pers ikut membantu mensukseskan pemilu. Nanti lebih detailnya buar disampaikan pak Makmun (Komusioner KPU bidang SDM),” jelas Roni sembari pamit meninggalkan wartawan karena ada acara lain.

Komisioner KPU Gresik Divisi SDM dan Parmas Makmun menyatakan, target partisipasi pemilih dalam pemilu kali ini adalah 77,5 persen. “Ada kenaikan dibanding 2014, 74 persen. KPU Gresik optimis 77,5 persen tercapai,” katanya.

Untuk itu, ia berharap peran serta semua masyarakat seperti insan pers untuk membantu menyosialisasikan pemilu lewat publikasi. “Diharapkan ada peran untuk membantu mengedukasi kepada masyarakat, sehingga pemilih menjadi cerdas,” terangnya.

Dikatakan Makmun jika masyarakat tidak percaya dengan penyelenggara pemilu maka akan menurunkan partisipasi masyarakat untuk melakukan pencoblosan. “Karenanya pers berkewajibam melakukan sosialisasi yang merupakan bagian dari edukasi politik yang dilaksanakan pers,” katanya.