RUSH Genapi 8 Klub Sepatu Roda Binaan Porserosi Kota Malang

19 November 2018 - 09:22 WIB
Atlet Klub Sepatu Roda
Atlet Klub Sepatu Roda "RUSH" saat berlatih di Dodikjur Rindam V Brawijaya

MALANG (SurabayaPost.id) – Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Kota Malang, kini memiliki delapan klub binaan. Klub RUSH dibawah pimpinan Mohamad Ashari merupakan klub kedelapan anggota Porserosi Kota Malang.

Klub RUSH itu dilaunching secara resmi, Minggu (18/11/2018). Peresmian berdirinya klub RUSH tersebut digelar di lapangan (lintasan) Dodikjur, Rindam V Brawijaya, Jl Mayjen Wiyono, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur. Itu ditandai dengan pemotongan tumpeng.

Hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Porserosi Kota Malang, Sunarko serta Eko Dewo selaku pengurus Porserosi bidang organisasi, selain itu juga dihadiri Ketua Pengcab Porserosi Kabupaten Lumajang, Yuli Idris, serta Ketua Klub RUSH Surabaya, Donny Susatmoko.

Menurut Ketua Klub RUSH Kota Malang, Mohamad Ashary, dengan berdirinya Klub RUSH untuk membuat iklim kompetisi di Kota Malang ini lebih kompetitif. Selain itu, juga untuk mencari bibit – baru kelompok umur (KU) sehingga pembinaan tidak terputus.

Tasyakuran saat Launching Klub RUSH
Tasyakuran saat Launching Klub RUSH

” Harapan kami seperti itu. Dengan berbekal 10 atlet yang saat ini bergabung, RUSH akan memaksimalkan pembinaan dengan melihat sesuai kelompok umur,” kata dia.

Selain itu, kata dia, Klub RUSH akan memulai pembinaan atlet yang ada. Disamping akan mencari bibit bibit baru untuk proyeksi kedepannya.

Mangkanya, dengan tasyakuran sederhana berupa tumpeng dalam artian gunungan kecil yang memulai peradaban dunia. “Dengan gunungan kecil kita menjadi besar. Kita akan berjuang membesarkan sepatu roda dengan memberikan wadah buat atlet, Adanya gunung kecil ya kita rasakan bersama, kalau sudah menjadi besar, ya kita yang akan merasakannya secara bersama – sama,” tuturnya.

Dengan demikian, tujuan mendirikan Klub RUSH di Kota Malang ini, untuk kemajuan sepatu roda, ” Ini adalah niat baik kita bersama,” jelas dia.

Sementara itu, Yuhartono selaku pelatih RUSH menjelaskan bahwa program jangka pendek, pihaknya akan mencari bibit baru dengan menggandeng Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Malang.

Uaya tersebut sebagai langkah agar bibit atlet sepatu roda di Kota Malang akan semakin bertambah. ” Tentunya hal itu kami lakukan dengan menggandeng Pengcab Porserosi Kota Malang serta pihak sekolah,” bebernya.

Disamping itu, bekal 10 atlet yang dimilikinya, merupakan langkah awal RUSH untuk membentuk atlet yang berprestasi. ” 10 atlet yang saat ini kami miliki, merupakan atlet sepatu roda yang telah melalang buana diberbagai kejuaraan, baik ditingkat Jawa Timur maupun tingkat nasional,” kata Pak Yu, sapaan akrab Yuhartono.

Para atlet "RUSH" serta para pengurus klub pose bersama.
Para atlet “RUSH” serta para pengurus klub pose bersama.

Purnawirawan TNI AD yang juga pengurus daerah (Pengda) Porserosi Jatim, bidang pembinaan prestasi itu, menegaskan bahwa pembinaan atlet menuju prestasi merupakan hal mutlak yang harus dilakukan.

Mangkanya, dengan terbentuknya Klub RUSH ini, dia berharap akan semakin banyak atlet berprestasi di cabang sepatu roda yang akan bermunculan dari Kota Malang.

” Secara mandiri, Klub RUSH akan mencari bibit – bibit atlet baru yang akan dibina. Saya harapkan, atlet yang akan turun dikejuaraan seperti Popda dan Popnas nantinya merupakan atlet binaannya,” harapnya.

Secara terpisah, Eko Dewo, pengurus Pengcab Porserosi Kota Malang menjelaskan bahwa Klub RUSH merupakan klub sepatu roda kedelapan yang dimilikinya.

Dengan semakin berkembangnya sepatu roda di Kota Malang, dia berharap dukungan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Sebab, sarana dan prasarana yang dibutuhkan atlet sepatu roda, selama ini masih belum terwujud.

“Kami mengharapkan bantuan Pemkot Malang agar dibuatkan lintasan sirkuit untuk para atlet sepatu roda,” tuturnya.

Sebab, kata dia, tempat latihan yang memadai merupakan sarana utama untuk membentuk atlet berprestasi. “Kedepan, Kota Malang akan menjadi barometer untuk atlet sepatu roda Jatim,”tandasnya. (lil/ah)