Saksi Capres 02 di Tingkat Kecamatan Diminta  Tak Tandatangani  Rekapitulasi  Hasil Pilpres 2019

25 April 2019 - 20:13 WIB
Ketua MPC Ormas PP Kota Batu, Endro Wahyu

BATU (SurabayaPost.id) – Para saksi Capres 02 di tingkat kecamatan di Kota Batu Jatim bakal ditarik. Harapannya agar mereka tak menandatangani hasil Pilpres 2019, karena ada kecurangan.

Hal itu diungkapkan  Bendahara Gerindra Kota Batu, Hari Danah Wahyono, Kamis (25/4/2019). Penarikan  para saksi untuk Capres itu sesuai dengan instruksi dari pusat.

“Jadi mereka akan ditarik. Sebab mereka tak mau menandatangani hasil rekapitulasi Pilpres dengan alasan ada kekurangan,” kata Hari Danah Wahyono.

Menurutnya, mereka sudah sepakat tidak akan menandatangani hasil rekapitulasi di tingkat Kecamatan. Meski begitu, politisi dari Partai Gerindra itu menegaskan jika hanya untuk Pilpres.

“Yang tidak akan ditandatangani itu untuk Pemilu Presiden dan Wakil Presiden saja. Itu yang disepakati,” kata Hari Danah Wahyono.

Dijelaskan politisi yang sapaan akrabnya Danah ini bila hal tersebut dilakukan karena mengikuti instruksi dari Partai Gerindra.  “Sesuai dengan instruksi itu, kita tidak akan menandatangani hasil rekapitulasi jika di tingkat kecamatan sudah selesai semua,” tegasnya.

Selain itu, tegas dia, terkait saksi tetap berada di tempat penghitungan suara dan membuat catatan keberatan atas hasil Pemilu 2019. “Saksi kami tarik, tapi saat melakukan tanda tangan mereka tetap berada di sana,” pungkasnya.

Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Ormas Pemuda Pancasila (PP) Kota Batu, Endro Wahyu mengaku heran dengan sikap Gerindra. Menurutnya, pesta demokrasi tersebut berjalan dalam satu paket, yakni Pilpres dan Pileg.

“Jika memang mau  menyikapi kecurangan hasil pemilu itu aka  lebih elok jika tidak hanya fokus pada Pilpres saja. Seharusnya yang disikapi keseluruhan. Ya termasuk Pileg-nya juga. Adakah yang curang saat itu,” saran Endro Wahyu.

Karena itu, Endro Wahyu, menilai sikap Danah tersebut  tidak fair. Sebab hanya ditujukan kepada Pilpres saja. “Sikapi semuanya. Kantongi data dan fakta yang benar agar tidak timbul fitnah. Jangan hanya sebatas Pilpres yang disorot,” ujarnya. (gus)