Stiker ‘Keluarga Miskin’ Ampuh Turunkan Angka Kemiskinan

6 December 2019 - 12:33 WIB

GRESIK (SurabayaPost.id)–Siasat menempeli rumah dengan stiker bertuliskan ‘Keluarga Miskin’ yang digalakkan Pemerintah Desa Sekapuk Kecamatan Ujungpangkah, Gresik ternyata ampuh untuk menurunkan angka kemiskinan diwilayahnya. Warga yang mengaku miskin akhirnya berbondong-bondong mengaku mampu dan mengundurkan diri sebagai penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT).

Sejak siasat itu dilaksanakan, setidaknya sudah ada 20 penerima PKH maupun BPNT mundur tanpa paksaan di hari pertama pelaksaan.

Kepala Desa Sekapuk Abdul Halim mengungkapkan, ide penempelan stiker di rumah warga tersebut tertuang dalam Keputusan Kepala Desa Sekapuk tentang penempelan stiker atau kabel bagi warga miskin penerima bantuan.

Meski baru hari pertama diberlakukan, cara tersebut ampuh untuk mengusir orang kaya yang menerima bantuan pemerintah. Ada belasan keluarga yang langsung mengundurkan diri dari penerima bantuan.

“Mungkin mereka malu ketika ditempeli stiker itu, meskipun rumahnya bagus kalau tak mau mundur ya tetap ditempeli stiker ini,” kata Halim.

Halim membeberkan, dari data Pemdes Sekapuk ada 205 KK penerima PKH, 18 KK diantaranya mengundurkan diri. Sedangkan 2 penerima BPNT juga mundur, karena menolak rumahnya ditempeli stiker.

“Hari pertama dapat 25 rumah, sebab door to door wajib ketemu langsung sama orangnya. Program ini masih terus berjalan, sebab jangan sampai orang kaya namun menerima hak orang yang prasejahtera,” ungkapnya.

Dikatakan lebih jauh oleh Halim, pihak desa membuat tiga stiker dengan warna berbeda. Stiker hijau merupakan kategori keluarga miskin yang hamil dan menyekolahkan anak, kemudian stiker kuning merupakan keluarga miskin ada yang sakit baik fisik maupun mental.

“Kemudian stiker merah berarti keluarga miskin ada lansia diatas 70 tahun. Sederhananya gini, agar juga para tetangga peka dengan kondisi tersebut. Jika ditempeli ya benar-benar prasejahtera dan ayo dibantu,” tambahnya.