Normalisasi Kali Lamong Butuh Kemauan Pemkab Gresik

6 December 2019 - 11:34 WIB

GRESIK (SurabayaPost.id)–Agus Junaidi, Ketua Gerakan Pemuda (GP)  Ansor Gresik hadiri dialog Normalisai Kali Lamong yang diselenggarakan DPRD dan Wartawan yang dihelat di Hotel Pesonna Gresik, Kamsi (5/12). Juned panggilan akrabnya mengatakan, permasalahan kali lamong sebenarnya terletak pada kebijkaan politik Pemerintah Daerah Gresik.

“Ini menjadi masalah puluhan tahun dikarenakan tidak adanya kemauan dan komitmen untuk mengatasinya terutama dari Pemerintah jGresik,” ujar Juned saat memberi tanggapan sejumlah nara sumber yang duduk diatas panggung.

Ditegaskan Juned, perdebatan sudah tidak diperlukan. Alasanya bencana banjir Kali Lamong tidak bisa selesai hanya dengan berdebat tanpa komitmen hitam diatas putih oleh para pemangku kebijakan.  “Mumpung para pemangku kebijakan berkumpul, lebih baik berkomitmen bersama bermaterai. Dengan harapan jika proyek ini tidak jalan kami dan warga masyarakt bisa menagih. Minimal mengingatkat para pemangku kebijakan,” tegasnya.

Ia menambahkan, debatnkusir sudah bertahun tahun dilakukan. Tetapi hasilnya sampai hari ini tidak ada. Bencana banjir jalan terus dan tidak pernah tertangani. “Masyarakat jangan hanya di iming-imingi mie instan. Tetapi jika para pejabat yang memiliki kewenangan komit dan konsen ini adalah pekerjaan mudah bagi mereka. Sayangnya selama bertahun tahun tidak ada yang niat menyelamatkan masyarakatnya yang selalu kebanjiran dengan kerugian yang tidak sedikit,” paparnya.

Ketua RGS Indonesia Muslih Hasyim  juga andil mengkritik pemerintah Kabuoaten Gresik yang dianggap tidak memiliki kemauan untuk menyelesaikan Kali Lamong yang setiap tahun mengirim banjir tahunan.

“Terkait dengan pembebasan kahan untuk normalisasi kewenangan Pemkab Gresik. Nah, jika Pemkab Gresik dalam hal ini bupati tidak ada niat bagaimana mungkin normalisasi berjalam. Sebab BBWS dan Kementerian PUTR bergantung kepada pembebasan lahan. “Andaikan Bupati berkemauan untuk mengatasinya, maka sudah dari dulu masalah kali lamong teratasi,” ujar Muslih.

Sementara itu Dwi Agus Kuncoro pejabat dari BBWS menyatakan, pihaknya siap menuntaskan Kali Lamong. Dwi mengaku telah berembug dengan Kepala Dinas PUTR Gresik Gunawan Setijadi saat sesi dialog tersebut. Ia dan Gunawan bertekad melakukan eksen tahun 2020. “BBWS siap tuntaskan Kali Lamong. Kami akan siapkan dokumen yang dibutuhkan. Tahun 2020 mulai masuk ke lapangan.
Pemkab Gresik juga siap tindak lanjuti menuntasan Kali Lamong Gunawan Setijadi,”

Acara dialog tersebut Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak didapok menjadi keynot speaker, dan sejumlah nara sumber yakni  Anggota Komisi V  DPR RI H. Syafiuddin, Ketua DPRD Gresik Fandi Akhmad Yani,  Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gresik, Dr. Asep Heri, S.H.,M.H, Kabid Perencanaan dan program BBWS, Dwi Agus Kuncoro, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Gresik, Fransiskus Arkadeus Ruwe, S.H.,M.H dan Kepala DPUTR Gresik, Gunawan Setijadi.

Dialog dipandu moderator dari  reporter TV Nasional CNN Indonesia Wida Subianto juga hadir  Wakil Ketua DPRD Gresik Asluchul Alif, anggota DPRD, sejumlah Kepala OPD, Ketua AKD Nurul Yatim,  Kepala Desa, dan para komponen masyarakat lain.