Wali Kota Malang Berangkatkan 1.232  CJH

11 July 2019 - 20:58 WIB
Wali Kota Malang Sutiaji bersama Wawali Sofyan Edi Jarwoko saat melepas para CJH asal Kota Malang.
Wali Kota Malang Sutiaji bersama Wawali Sofyan Edi Jarwoko saat melepas para CJH asal Kota Malang.

MALANG  (SurabayaPost.id) – Wali Kota Malang Sutiaji bersama Wawali Sofyan Edi Jarwoko memberangkatkan 1.232 Calon Jamaah Haji (CJH). Mereka diberangkatkan  dari Lapangan Rampal menuju Haji Sukolilo Surabaya Kamis (11/7/2019).

Ribuan masyarakat Kota Malang juga nampak turut mengiringi keberangkatan kerabat serta sanak saudaranya yang akan menunaikan ibadah haji di tanah suci itu.  Suasana semakin haru saat Wali Kota Malang Sutiaji mengajak mereka untuk bersama sama membacakan Kalimat Talbiyah.

Humas Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang, Muhammad Burhanuddin mengatakan CJH asal Kota Malang yang berjumlah 1243 tersebut telah terbagi menjadi 3 kloter. Diantaranya kloter 15, 16 dan 17. Dengan jumlah masing-masing kloter 15 444 orang, kloter 16 444 orang dan kloter 17 344 orang.

“Untuk kloter 15 dan 16 akan kita berangkatkan pukul 07.00 WIB dan harus masuk di Asrama Haji Sukolilo pada pukul 09.00 WIB. Dan keseluruhan yang diberangkatkan pada gelombang pertama ada 888 orang CJH. Untuk kloter 17 diberangkatkan pada pukul 10.00 WIB juga pada hari ini (11/7/2019),” ujar Burhanuddin.

Sementara itu, Burhanuddin mengatakan, pihaknya mencatat saat ini masih ada 11 orang CJH yang termasuk dalam cadangan. Dimana menurutnya, ke 11 orang CJH tersebut masih terkendala oleh VISA milik mereka yang hingga saat ini masih belum keluar.

“Jadi masih belum bisa dipastikan akan masuk pada kloter mana, yang bisa menentukan adalah pihak pusat di Jakarta,” imbuhnya.

Sementara itu, setelah memberangkatkan rombongan CJH, Walikota Malang, Sutiaji mengatakan, bahwa Ibadah Haji merupakan ibadah badaniah dan psikis. Dalam artian menurut Sutiaji ibadah Haji merupakan ibadah umat Islam yang banyak menguras tenaga dan pikiran saat berada di tanah suci.

“Jadi di tanah suci nanti, jamaah ini akan menguras banyak tenaga, untuk itu harus menjaga kesehatan. Selain itu juga ibadah rohaniah atau psikis. Maksudnya, untuk menunaikan ibadah haji para jamaah harus menunggu selama bertahun-tahun, namun sesampainya disana, harus sebisa mungkin memanfaatkan waktu untuk beribadah,” jelas Sutiaji.

Selain itu menurutnya, jika kedua hal tersebut sudah dapat dilakukan oleh para jamaah pada saat beribadah haji, diharapkan dapat membawa efek-efek positif bagi masyarakat dan lingkungan di sekelilingnya.

“Dan itu  insya Allah tandanya menjadi seorang Haji yang Mabrur. Terdapat adanya sebuah perubahan sikap. Dari yang semula rakus menjadi qona’ah, sikap yang pemarah menjadi sabar,” imbuhnya.

Sutiaji juga mengatakan, bahwa ia berpesan kepada pihak Kemenag Kota Malang untuk terus melakukan pemantauan kepada masyarakat Kota Malang yang sedang melakukan ibadah haji.

“Tolong dipantau, dan saya juga sudah minta kepada pihak Kemenag Kota Malang untuk terus diberi updating berkaitan dengan kesehatan, pelayanan kepada saudara-saudara kita yang sedang melakukan ibadah Haji,” jelasnya.

Untuk diketahui dalam pemberangkatan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memfasilitasi para CJH dengan menyediakan 27 bus untuk mengantar calon jamaah menuju asrama Haji Sukolilo. (lil)