DPRD Kota Malang: Bantuan Bank Dunia untuk Atasi Banjir, Harus Dimanfaatkan Optimal

Wakil Ketua II DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono.
Wakil Ketua II DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono.

MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – DPRD Kota Malang meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk melakukan optimalisasi bantuan dari Bank Dunia terhadap proyek drainase, hingga upaya lain yang terintegrasi dengan masterplan drainase. Wakil Ketua II DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono, menjelaskan bahwa penanganan banjir yang terintegrasi dengan masterplan drainase memastikan upaya tersebut tidak dilakukan secara parsial, melainkan terstruktur melalui rencana jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.

“Pemerintah harus memetakan, menyesuaikan, dan mengkaji antara masterplan dan realita saat ini. Kalau sudah ada masterplannya, kan tinggal action,” ujar Trio, Minggu (1/3/2026).

Sorotan terhadap penanganan banjir tersebut mencuat menyusul tuntasnya perbaikan drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) yang didanai oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Trio menekankan bahwa penuntasan masalah banjir di Kota Malang tidak bisa hanya mengandalkan dana APBD yang terbatas. Pengurangan dana transfer Pemerintah Pusat ke daerah (TKD) berdampak pada kemampuan fiskal Kota Malang. Trio mendorong Pemkot Malang aktif menjalin kerja sama dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, maupun lembaga internasional guna mendapatkan dukungan pendanaan.

Kota Malang mendapatkan kabar baik dari rencana proyek pembangunan drainase yang berasal dari pendanaan Bank Dunia senilai sekitar Rp145 miliar. Besaran anggaran tersebut digunakan untuk pengerjaan proyek drainase Jalan Bondowoso sepanjang 1,2 kilometer, dan di Jalan Letjen Sutoyo sepanjang 1,3 kilometer.

Arief Wahyudi, anggota Komisi C DPRD Kota Malang. (ist).
Arief Wahyudi, anggota Komisi C DPRD Kota Malang. (ist).

Trio menyebutkan bahwa bantuan pendanaan tersebut harus dimanfaatkan secara optimal agar dapat memberikan dampak signifikan terhadap potensi dan dampak banjir di Kota Malang. Ia menjelaskan persoalan banjir di Kota Malang tidak hanya disebabkan oleh kapasitas drainase, namun juga kiriman air dari wilayah hulu seperti Kota Batu dan Kabupaten Malang, khususnya Kecamatan Dau.

Sementara anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi, menekankan pentingnya mitigasi dalam pengerjaan proyek drainase. “Nanti di Bondowoso-Sutoyo harus mulai dipikirkan bagaimana nasib pohon, bagaimana rekayasa lalu lintas dan termasuk dampak sosialnya,” ujar Arief.

Dengan perencanaan yang matang dan koordinasi yang baik, diharapkan proyek drainase dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat. “Kami akan koordinasi dengan DPUPRPKP untuk menyiapkan mitigasi. Kalau pengerjaan setelah Lebaran, masih ada waktu untuk sosialisasi dan persiapan lainnya,” tegas Arief. (lil).

Baca Juga:

  • DPRD Kota Malang: Parkir Berlangganan Belum Saatnya, Ini Sebabnya
  • RDF 2027: DPRD Kota Malang Minta Pemkot Siapkan Anggaran dan Skema Teknis
  • DPRD Kota Malang Soroti Menu MBG Kering: ‘Ikut Miris’ dengan Sajian yang Diberikan
  • DPRD Malang Dorong Penataan Reklame Digital, Tertibkan Baliho dan Spanduk Tak Berizin