MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Komisi B DPRD Kota Malang mengapresiasi program pendampingan UMKM 2026 yang diluncurkan di Malang Creative Center (MCC), Rabu (4/3/2026). Program ini diikuti 150 pelaku usaha terpilih dan bertujuan meningkatkan kapasitas UMKM.
“Program ini sangat bagus secara berkelanjutan,” kata Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji. Bayu menjelaskan program ini sudah bergulir sejak 2021 dan telah membantu UMKM naik kelas dari sisi legalitas dan kualitas produk.
Menurutnya, program pendampingan UMKM memiliki kurikulum lengkap, meliputi mindset bisnis, manajemen bisnis, pengelolaan keuangan, dan kualitas produk. Bayu mendorong Pemkot Malang memperkuat dukungan anggaran untuk program ini.
“Perlu penguatan UMKM khususnya dalam penganggaran. Wujud keberpihakan Pemkot bisa dilihat pada anggaran,” tuturnya. Bayu juga menekankan pentingnya membuat terobosan seperti aplikasi e-Peken Surabaya dan Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA) di Sidoarjo.
Bayu berharap agar Kota Malang juga menerapkan hal serupa akan sangat bagus guna mendorong percepatan usaha mikro naik kelas. Kini, kinerja pengembangan UMKM di Kota Malang terus membaik. Diskopindag selain menerapkan program pendampingan UMKM juga rutin menggelar pelatihan.
Dalam setahun ini, berbagai fasilitasi perizinan, sertifikasi halal, pelatihan kemasan dan kualitas produk maupun pemasaran terus diperkuat. Termasuk ada kelas bisnis melatih administrasi dan manajemen keuangan sejalan dengan teknik marketing.
Kinerja pengembangan UMKM di Kota Malang terus membaik, dengan jumlah UMKM tumbuh sebanyak 49.420 pelaku usaha pada Januari 2026. (lil).
