MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Dalam sebuah aksi sosial yang menggetarkan hati, Abah Ikhsan, seorang warga Kota Malang, Jawa Timur, membuktikan bahwa kepedulian sosial adalah nilai yang tak ternilai. Pria yang memiliki nama lengkap Haji Muhammad Ikhsan ini menyalurkan lebih dari 8 ton beras kepada masyarakat di kawasan Arjosari dan sekitarnya. Kegiatan ini dipusatkan di Musholla NU Al Ikhlas, Jalan Teluk Mandar, Kecamatan Blimbing, dan menjadi bukti nyata kepedulian sosial yang terus ia rawat dari tahun ke tahun.
Jumlah bantuan yang disalurkan tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya. Jika dikonversikan, nilai beras yang dibagikan mencapai kisaran Rp150 juta hingga Rp175 juta. Namun bagi pria yang akrab disapa Abah Ikhsan ini, angka bukanlah hal utama. Ia menekankan bahwa harta sejatinya hanyalah titipan, sementara nilai yang dibawa hingga akhir kehidupan adalah sedekah yang memberi manfaat bagi orang lain.

“Sekarang alhamdulillah bisa lebih dari 8 ton. Rezeki agak lumayan, kita bagi ke masyarakat. Kalau diuangkan ya sekitar 150 sampai 175 jutaan,” ujarnya dengan senyum yang hangat.
Distribusi bantuan tidak hanya terfokus di satu wilayah, tapi juga menyentuh warga dari Arjosari, Pakis, Jabung, hingga Lesanpuro dan wilayah Kedungkandang serta warga Kecamatan Pujon. Setiap wilayah menerima alokasi berbeda, mulai dari 50 hingga 200 kepala keluarga, dengan total keseluruhan mencapai 8 ton beras.

“Kalau harta hanya untuk diri sendiri, tidak ada artinya. Yang kita bawa nanti itu sedekah. Harapan saya, orang-orang yang mampu bisa meniru, bukan untuk pamer, tapi untuk menyenangkan umat,” ungkap Abah Ikhsan, dengan mata yang berkilau.
Kegiatan ini tidak hanya sekedar penyaluran bantuan, tapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kepedulian sosial. Abah Ikhsan berharap bahwa aksinya ini dapat menjadi inspirasi bagi orang lain untuk melakukan hal yang sama.

“Semoga ini dapat menjadi satu hal yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Abah Ikhsan, dengan senyum yang tulus.
Dengan aksi sosial ini, Abah Ikhsan membuktikan bahwa kepedulian sosial adalah nilai yang tak ternilai, dan bahwa harta sejati adalah sedekah yang memberi manfaat bagi orang lain. (lil).
