SORRYGUEBEDA: Kalapas Malang Canangkan Bulan Membangun SDM, Perkuat SOP Cegah HP & Narkoba

Kepala Lapas Kelas 1 Malang, Christo Toar saat STMJ Bareng awak media, Rabu (22/4/2026) malam.
Kepala Lapas Kelas 1 Malang, Christo Toar saat STMJ Bareng awak media, Rabu (22/4/2026) malam.

MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Gaya baru memimpin Lapas Kelas 1 Malang. Kepala Lapas, Christo Toar, langsung tancap gas benahi internal. Mulai 1 Mei 2025, ia mencanangkan “Bulan Membangun SDM” untuk seluruh petugas.

“Setiap pemimpin memiliki cara dan perlakuan yang berbeda, dan saya akan menerapkan pendekatan yang berbeda pula,” kata Christo disela STMJ Bareng awak media Malang Raya, Rabu (22/4/2026) malam.

Menurutnya, program tersebut jadi rencana awalnya sejak masuk Lapas Malang, melanjutkan pembenahan yang dirintis pejabat sebelumnya. Christo menilai banyak masalah di lapas lahir karena petugas baru minim pembekalan. “Kurangnya ilmu saat petugas pertama kali masuk,” katanya. Solusinya: pelatihan disiplin dan pemahaman tugas, serupa seperti instansi lainnya.

Fokus utama: penguatan Standar Operasional Prosedur (SOP). Terutama SOP penanganan tamu dan petugas yang masuk ke dalam lapas dalam mencegah barang terlarang. “HP dan narkoba itu musuh utama. Pelaksanaan SOP harus dikuatkan lagi,” tegasnya.

Kepala Lapas Kelas 1 Malang, Christo Toar saat STMJ Bareng awak media, Rabu (22/4/2026) malam.

Ia pun menceritakan asal mula ide tersebut. Dua tahun lima bulan memimpin di Karawang jadi bekal. Awalnya, resistensi perubahan budaya kerja sangat besar. Tapi pelan-pelan pola pikir diubah. Dari petugas yang ingin dilayani, menjadi petugas yang melayani masyarakat tanpa biaya.

Ia mengusung semangat #AyoBerubah dan #SorryGueBeda. Pengalaman 2017-2020 di Ombudsman juga membentuk karakternya soal pelayanan publik dan pencegahan korupsi. “Saya banyak belajar di ombudsman terkait pelayanan,” tuturnya.

Christo menjamin hak warga binaan tetap dibela. Tapi kalau melanggar, tak ada toleransi. “Jika warga binaan tidak bisa dibina di Lapas Malang, saya tidak ragu untuk ‘melayarkan’ atau memindahkan mereka ke lapas lain,” tegasnya.

Soal integritas, ia garis bawahi: melayani bukan berarti menuruti semua mau. Menyelundupkan HP termasuk pelanggaran. Ia akui alat komunikasi ilegal mungkin masih ada, tapi akan berjuang terus untuk memberantas peredaran HP dan Narkoba.

Menurutnya, tantangan terbesar adalah ketimpangan personel. Data per Rabu (22/4/2026) pagi, hanya 15 anggota mengawasi sekitar 2.414 warga binaan. Meski begitu, kolaborasi dengan jajaran pejabat sudah diprogramkan agar pembenahan jalan.

“Fokus awal tetap internal lapas. SDM-nya dulu kita kuatkan,” tutup Kapalas asli Menado tersebut sembari tersenyum. (lil).

Baca Juga:

  • TANPA KOMPROMI! Kalapas Malang Pimpin Ikrar Zero HALINAR, Pejabat Hingga CASN Angkat Sumpah
  • Pedang Pora Warnai Pisah Sambut Kalapas Malang
  • Christo Toar Jabat Kalapas Malang, Lanjutkan Mimpi Besar di SAE Ngajum
  • DPD RI dan Ditjenpas Jatim Sinergi, Lapas Malang Jadi Contoh Penguatan UU Pemasyarakatan