HUT Ke-81 RI, Anggota Dewan Rendra Masdrajad: Kemerdekaan Harus Dirasakan Masyarakat

Rendra Masdrajad Safaat, anggota DPRD Kota Malang. (ist).
Rendra Masdrajad Safaat, anggota DPRD Kota Malang. (ist).

MALANGKOTA (SurabayaPost.id) — Memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Anggota DPRD Kota Malang Rendra Masdrajad Safaat mengingatkan bahwa kemerdekaan tidak cukup dirayakan lewat seremoni. Esensi kemerdekaan harus dirasakan langsung oleh masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan dasar.

“Kemerdekaan bukan hanya tentang bagaimana kita merayakan 17 Agustus. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat bisa merasakan kemerdekaan itu melalui pendidikan yang baik, layanan kesehatan yang mudah, pekerjaan yang layak, dan kehidupan yang lebih sejahtera,” ujar Rendra, Senin (17/8/2026).

Rendra menilai pemerintah daerah tidak boleh terjebak pada capaian statistik pembangunan. Tolok ukur keberhasilan harus dilihat dari kondisi nyata di lapangan.

“Angka pembangunan memang penting, tetapi jangan sampai kita terlalu cepat puas. Ukuran keberhasilan yang paling penting adalah apakah masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya atau belum,” katanya.

Menurutnya, pembangunan harus berorientasi pada persoalan yang benar-benar dihadapi warga, mulai dari pendidikan, kesehatan, lapangan pekerjaan, perlindungan sosial, hingga fasilitas publik.

Rendra Masdrajad Safaat, anggota DPRD Kota Malang. (ist).
Rendra Masdrajad Safaat, anggota DPRD Kota Malang. (ist).

Di sektor pendidikan, Rendra mendorong perluasan akses agar tidak ada anak di Kota Malang yang kehilangan kesempatan belajar karena faktor ekonomi.

“Kita ingin anak-anak Malang punya kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang. Jangan sampai kondisi ekonomi keluarga menjadi alasan seorang anak kehilangan masa depannya,” tegas politisi PKS ini.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas fasilitas sekolah, tenaga pendidik, serta program beasiswa bagi masyarakat yang membutuhkan.

Untuk kesehatan, Rendra menyoroti masih adanya keluhan warga terkait pelayanan BPJS. Ia meminta pemerintah menyederhanakan prosedur dan memastikan informasi layanan jelas.

“Masyarakat yang sedang sakit jangan dibuat semakin bingung dengan prosedur. Pemerintah harus memastikan informasinya jelas dan layanan kesehatan benar-benar mudah diakses,” ujarnya.

Rendra juga mendorong perhatian lebih kepada pelaku UMKM, pekerja informal, pengemudi angkot, hingga pekerja daring yang menjadi penggerak ekonomi Kota Malang.

Ia mencontohkan program modernisasi transportasi publik. Menurutnya, perubahan harus dibarengi solusi nyata agar tidak mengorbankan mata pencaharian pengemudi.

“Jangan sampai pembangunan justru membuat masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor tersebut kehilangan penghasilan. Setiap perubahan harus disiapkan dengan solusi yang nyata,” kata anggota Komisi C tersebut.

Lebih lanjut, Rendra menegaskan pembangunan harus menyentuh kebutuhan warga di tingkat lingkungan. Ia mendorong kolaborasi antara pemerintah, DPRD, masyarakat, dan komunitas.

“Kemerdekaan itu harus terasa sampai ke lingkungan. Ketika warga bisa mendapatkan layanan yang baik, merasa aman, punya kesempatan bekerja, dan anak-anaknya bisa sekolah dengan baik, di situlah kemerdekaan benar-benar hadir,” jelasnya.

Ia berharap momentum HUT ke-81 RI menjadi pengingat bahwa pembangunan adalah pekerjaan bersama.

“Kita tidak boleh berhenti hanya karena sudah mencapai satu keberhasilan. Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Semangat kemerdekaan harus kita jaga dengan terus bekerja dan memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal,” pungkasnya. (lil).

Baca Juga:

  • Anggota DPRD Kota Malang Ikut Senam Bareng Warga, Apresiasi Semangat Gotong Royong di Tunjungsekar
  • Hadiah HUT RI ke-81: Pemprov Jatim Hapus Tunggakan Pajak Kendaraan Ojol
  • Meriah! Lapas Kelas I Malang Gelar Porseni, Tarik Tambang Buka Semangat Kemerdekaan
  • Peringati HUT Ke-81 RI, Lapas Malang Gelar Skrining HIV Hingga Cek Kesehatan Gratis untuk 652 Warga Binaan