MALANG (SurabayaPost.id) — Sebanyak 5.636 mahasiswa baru (Maba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi saksi peluncuran Excellent Solution Center (ESC). Pusat baru ini diresmikan saat pembukaan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) UMM 2026 di Hall Dome UMM, Selasa (8/9/2026).
Peluncuran ESC menandai langkah strategis UMM untuk bertransformasi. Dari yang sebelumnya dikenal sebagai knowledge provider, kini UMM menegaskan diri sebagai problem solving institution yang fokus melahirkan solusi nyata.
“Melalui ESC, UMM ingin menjadi pusat penyedia solusi unggul berbasis ilmu pengetahuan. Sasarannya menjawab tantangan di masyarakat, industri, pemerintahan, hingga komunitas global,” ujar Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si.
Agar berdampak, ESC dirancang dengan 3 pilar utama:
- Service Excellent Hub
Pusat layanan terpadu yang mengintegrasikan teknologi, data, dan sumber daya kampus. Fokusnya memberikan pendampingan akademik dan non-akademik bagi mahasiswa. - Industry Solution Partner (ISP)
Menghubungkan riset, kepakaran dosen, dan fasilitas laboratorium UMM dengan kebutuhan industri. Tujuannya mempercepat hilirisasi agar riset tidak berhenti di laboratorium. - Innovation & Talent Incubator
Ruang pembinaan talenta muda. Pilar ini berfungsi sebagai akselerator untuk mematangkan ide dan karya sivitas akademika agar siap dipakai masyarakat.

Momen peluncuran ESC juga diisi pengarahan dari Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Haji sekaligus Ketua Badan Pembina Harian UMM.
Di hadapan ribuan Gen 26, ia menekankan 5 kemampuan penting yang harus dikuasai mahasiswa: 5C — Critical Thinking, Creativity and Innovation, Communication Skill, Collaboration, dan Confidence.
“Creativity and Innovation. Berpikir kreatif, berkarya, berinovasi. Kalau otak kita kreatif, karya kita akan inovatif,” pesannya.
Ia juga menyoroti komunikasi. “Mahasiswa UMM harus pandai berbicara. Bicara yang baik, bukan asal bicara. Dan juga harus bisa menulis, agar gagasan kita sampai dan bermanfaat,” tegasnya.
Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI sekaligus Sekretaris Badan Pembina Harian UMM, mengajak mahasiswa mengubah mindset.

Baginya, masuk perguruan tinggi artinya masuk fase transformasi. “Saudara saat ini barangkali masih masuk menjadi kepompong. Tetapi 4 tahun yang akan datang Saudara akan menjadi kupu-kupu,” ujarnya.
Ia mendorong Gen 26 meninggalkan sifat pasif sebagai pelajar. Gantikan dengan sikap mandiri, pekerja keras, dan konstruktif.
Menutup rangkaian, Rektor UMM menegaskan jati diri angkatan 2026 melalui tagline “UMM Gen 26: Excellent, Solution, Future”.
Semangat ini menjadi kompas bagi mahasiswa baru. Tidak hanya mengejar kelulusan, tetapi juga dipersiapkan menjadi generasi yang mampu memberi solusi dan dampak bagi bangsa. (lil).
