Desa Berdaya Kota Berjaya Dinilai Budayawan Susah Terealisasi 

29 October 2019 - 18:53 WIB
Budayawan Selamet Hendro Kusumo

BATU (SurabayaPost.id) – Budayawan Kota Batu menilai visi misi Kota Batu yaitu Desa Berdaya Kota Berjaya, belum ada kendaraan dan sandaran yang jelas. Hal tersebut dikatakan Budayawan Kota Batu Selamet Hendro Kusomo, Selasa (29/10/2019).

Menurut pria yang sapaan akrabnya Selamet Henkus itu persoalan tersebut  akan kurang mulus pada tataran implementasi. Trrutama saat Kepala Daerah menyampaikan Visi dan Misinya.

Alasannya, karena belum  ada progres yang jelas. Atau dari pihak Organisasi Perangkat Daerahnya (OPD) tidak mengapresiasi Visi Misi tersebut,” kata Selamet Henkus.

Dan itu tercermin, pada saat bersamaan dengan hari jadi kota Batu Ke-18 tahun pada , 17 Oktober 2019 itu.Menurutnya berbagai rangkaian acara yang dikonsep oleh panitia besar Pemkot Batu,dengan persiapannya  selama satu bulan sebelumnya, setidaknya, tidak hanya.

” Sekadar merayakan saja.Karena ada yang patut direnungkan serta diapresiasi, Makna dan manfaat Kota Batu pada masyarakatnya,” harapnya.

Dalam menyikapi hal ini, perumus terbentuknya Kota Batu itu,  berharap agar pembentukan Pemerintahan yang sudah berjalan itu biaa bermakna dan bermanfaat bagi Kota Batu. Karena dalam menyikapi hal ini, jika kembali pada saat itu, masyarakat sudah bertindak untuk melakukan program kerjanya yang sangat nyata.

” Mulai dari RT dan RW, masyarakat sudah melakukan upaya untuk memajukan wilayahnya masing – masing.Kota Batu sudah terbentuk,dan sudah ada kemajuan yang lumayan,” tandasnya 

Meski begitu ,tandas dia, banyak hambatan maupun ditengarai dengan munculnya persoalan,dengan dugaan menabrak sebuah rambu-rambu yang seharusnya tidak dilakukan,tapi. Yang terpenting seorang Kepala Daerah harus berani mengambil resiko, ketika ingin memajukan pada wilayah yang ia pimpin.

Apalagi menurut dia, masih ditambah lagi masalah ASN, maupun dinas terkait,atau yang lainya yang berjalan kurang sempurna. Apalagi sampai   tidak kompak dan terkesan terkotak-kotak.

” Hal tersebut akan beresiko pada program kerja pemerintah yang bakal kurang maksimal, dan berimbas terhadap pelayanan pada masyarakat yang kurang maksimal, sehingga hal itu harus segera dilakukan evaluasi yang benar,” sarannya.

Jika hal ini belum bisa dipahami, Slamet Henkus, menyarankan agar  melakukan koordinasi dan membentuk panitia. Dan jika hal itu sudah dilakukan bersama lembaga atau panitia Slamet Henkus meyakini sandaran  Visi Misi Desa Berdaya Kota Berjaya akan bisa terealisasi.

“Kami berharap  program kerja Wali Kota Batu bisa terwujud dengan maksimal. Selain itu tumbuh serta muncul slogan yang selalu disampaikan oleh Dewanti Rumpoko disetiap pada sambutan – sambutannya itu,” ujarnya.

Selain itu, ujar dia, terkait pelayanan infrastruktur meski sudah ada kemajuan, namun hanya pembangunan yang masih  terpusat pada perkotaan saja.

” Dan belum merata sampai di perdesaan. Dan itu ada kaitanya dengan masalah Visi Misi Desa Berdaya Kota Berjaya,” tegasnya.

Celakanya lagi,tegas dia, Kota Batu yang dahulu dengan udaranya yang sejuk dengan suasana perdesaanya.Karena Kota Batu bukan Kota Metropolis apalagi menurut dia, bukan diciptakan jadi masyarakat jasa,sehingga.

” Batu yang dulu hanya bisa menjual udaranya dan keindahan pemandangannya. Sekarang yang menonjol hanya pada kekuatan ekonomi yang masih dicengkram oleh kapital tinggi,” ngakunya.

Itu, yang akhirnya masyarakat asli bumi Kota Batu dinilai kurang mendapatkan kesempatan untuk tampil di kotanya sendiri. Sehingga, “Berdampak  pada tata ruang kota, yang benar-benar harus dikaji sedetail mungkin ,masalah dampak-dampak sosialnya,” pungkasnya. (Gus)