Destinasi Kampung Hijau Diyakini Dongkrak Ekonomi Warga

9 April 2019 - 17:15 WIB
Kampung Hijau yang diyakini bisa mendongkrak perekonomian warga.

BATU (SurabayaPost.id) – Woow… Keberadaan destinasi wisata baru Kampung Hijau Tempenosaurus yang terletak di Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, diyakini bisa mendongkrak perekonomian warga desa setempat. Hal tersebut diungkapkan Plt Kepala Dians Pariwisata Kota Batu Imam Suryono Selasa (9/4/2019).

Menurut Imam Suryono, kampung yang sebelumnya telah menjadi centra produksi tempe, Wisata Kampung Tempe yang diresmikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, juga mencetak Rekor MURI (Museum Rekor Indonesia).

“Kampung itu sebelumnya memang menjadi sentra produksi tempe di Kota Batu. Maka sektor ekonomi di kampung tersebut bisa terbangun,” katanya.

Meski begitu,kata dia, destinasi Kampung Hijau tersebut, tidak sekadar menyiapkan keindahan kampung saja. Namun ada hal lain yang juga menarik.

Plt Kadisparta Kota Batu, Imam Suryono

“Tujuannya bisa membangun peningkatan ekonomi. Selain itu, keberadaan kampung tempe harus bisa meningkatan kesejahteraan masyarakatnya,” tandasnya.

Dengan begitu tandas dia, Kampung Hijau dari hasil kolaborasi UMM, Indana dan Jatimpark Group tersebut bisa mendongkrak perubahan sosial budaya dan ekonomi. “Bisa memberikan distinasi atau pengembangan desanya yang berbasis karakter lokal,” tegasnya.

Sesuai potensinya, tegas dia,di Desa Biji tersebut khususnya di Kampung Hijau, potensinya adalah tempe. Tempe Dinosaurus tersebut sangat bagus.

“Maka di di kampung – kampung yang lain juga diharap begitu. Desa Beji kan termasuk Junrejo. Junrejo memang centra UMKM yang berkearipan lokal itu banyak,” katanya.

Disebutkan dia, termasuk di Dusun Rejoso itu diharapkan berkembang seperti itu. “Jadi yang diharapkan yang berbasis kearifan lokal dan sosial. Itu potensinya betul diharapkan. Artinya tidak hanya satu atau dua pelaku home industri,” harapnya.

Karena itu terang dia, dari segi destinasi bagus. “Sebab, destinasi itu tidak sebatas melihat pemandangan saja, namun UMKM-nya juga perlu diperhatikan pengembangannya seperti apa,” pungkasnya. (gus)