Dikabarkan Rampung 90%, Wali Kota Batu Sidak Pembangunan Pasar Sayur 

Wali Kota saat Sidak di Pembangunan Pasar Sayur

BATU – (SurabayaPost.id) – Untuk memastikan pembangunan rampung 28 Januari 2020, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko melakukan inspeksi mendadak  (Sidak) pembangunan Pasar Sayur tahap kedua, di Jl Dewi Sartika, Kecamatan Batu, Kota Batu, Rabu ( 22/1/2020). Kala Sidak, orang nomor satu di Pemkot Batu itu didampingi Kepala Dinas terkait.

Begitu sampai di Pasar Sayur, Dewanti Rumpoko langsung berkeliling di area pembangunan pasar. Dia  melihat bagian dalam dan luar pembangunan pasar tersebut. 

Menurut Dewanti,itu dilakukan karena  sangat penasaran. Sebab sebelumnya dikabarkan sudah selesai mencapai 90 persen lebih.

” Ya, ternyata benar adanya dan saya lihat sudah hampir selesai. Yang paling menggembirakan bagi saya ventilasinya sangat bagus,” puji  Dewanti. 

Wali Kota saat Sidak di Pembangunan Pasar Sayur

Dengan begitu, Dewanti mengaku bersyukur karena pasar sayur yang baru dapat menampung semua pedagang.Kendati demikian, Dewanti berpesan.

“Terkait hal-hal yang belum sempurna, akan diperbaiki dengan waktu berjalan.Tentang pengaturan biar Pak Eko,Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Batu,yang menjalankan,” tandasnya.

Sedangkan tandas dia, terkait drainase yang disoal anggota DPRD Batu, malah menurut Dewanti tidak ada masalah.Meski begitu ia mengakui kondisi drainase nya belum sempurna.

“Terkait drainase tidak masalah,sekalipun belum sempurna. Pemborongnya bilang memang ingin hujan deras supaya bisa melihat aliran airnya yang sebenarnya,” tegasnya, sembari berharap pada 28 Januari bisa rampung tepat pada waktunya.

Sementara itu, Direktur PT Bintang Wahana Tata ( BWT) Wawan, mengaku berterimakasih dengan kedatangan Wali Kota Batu bersama beberapa dinas terkait Pemkot Batu.

“Mereka kesini itu, untuk  memastikan pada 28 Januari 2020 ini, apakah memang sudah benar – benar selesai sesuai apa yang kita janjikan,” kata Wawan. 

Karena menurut Wawa selaku vendor kontraktor harus bisa menyerahkan pasar ini 100 persen dan tepat pada waktunya.

“Sudah saya yakinkan pasti rampung, dan tadi juga dilakukan ceklist, mulai dari beton dan  konstruksinya serta yang lainnya.Kemudian yang untuk drainase Bu Wali tadi juga menyarankan. Mengingat beberapa hari yang lalu telah di-Sidak dewan. Kebetulan kemarin pada saat itu, dialiri air cuma dua tangki air,” paparnya.

Itu, papar dia, kalau cuma dua tangki air saja gak bisa dijadikan ukuran.Dengan begitu, menurut Wawan,beberapa hari yang lalu ada hujan deras, ternyata menurut dia drainase itu tidak ada kendala.

“Terkait Sidak yang kemarin, saya berterimakasih karena sudah mengingatkan kami.Tentunya itu semua  jadi catatan saya. Kedepannya kalau terjadi apa – apa setelah diserahterimakan pada 28 Januari nanti, saya masih ada retensi selama enam bulan,” tuturnya. 

Dari masa enam bulan itu, lanjut dia,bisa melakukan perbaikan kerapian dari drainase atau item yang lainnya kalau ada yang tidak diterima checklist.

“Artinya pembangunan ini sudah sesuai Spek  dan saya tidak main – main dalam mengerjakannya.Selain itu saya asli warga Bumi Kota Batu, kalau mau main – main dengan pembangunan ini, selain berhadapan dengan hukum, saya juga tidak akan menciderai rekan – rekan kita orang batu sendiri  yang tergabung di pasar sayur ini,” sergahnya.

Sekadar diketahui pembangunan pasar sayur tahapan dua, menelan anggaran APBD Kota Batu senilai Rp 5 miliar. Dengan luas dalamnya  dari besi ke besi 42 X 52 meter, sejumlah total 2184 meter persegi, dengan sekatan los sejumlah 138, serta ketambahan sejumlah 14 lapak transit, dan 6 kios ukuran 3X3 tempat packing (Gus).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.