Dishub Gresik Sediakan 12 Unit Bus Untuk Mudik Lebaran Gratis

20 May 2019 - 12:15 WIB

GRESIK (SurabayaPost.id)–
Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Perhubungan (Dishub) setempat bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jatim menyediakan kuota mudik lebaran 2019 gratis sebanyak 660 kursi dengan jumlah 12 unit bus serta mudik gratis ke Pulau Bawean. Program mudik ini bertujuan mempermudah dan mempermurah serta meminimalisir terjadinya kecelakaan dijalan dalam rangka mudik Hari Raya Iedul Fitri 1440 hijriyah.

“Setidaknya ini (program mudik gratis) adalah mempermudah dan mempermurah biaya mudik dengan tingkat keselamatan yang insya Allah aman dan selamat. Dan akan mengurangi volume kendaraan utamanya roda dua di beberapa ruas jalan yang selalu memenuhi jalan pada saat arus mudik dan balik lebaran,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Gresik, Nanang Setyawan, Sabtu (11/5/2019).

Nanang menambahkan, mudik gratis tahun ini Dishub Jatim menyiapkan 560 unit bus dengan berbagai tujuan. Diantaranya wilayah barat meliputi Surabaya, Mojokerto, Jombang, Kertosono, Nganjuk, Madiun, Magetan, dan Ngawi. “Sedangkan wilayah timur, dari Surabaya, Probolinggo, Lumajang, Jember hingga Banyuwangi, serta wilayah Madura,” terang Nanang.

Dikatakan Nanang, peminat mudik gratis dari tahun ke tahun meningkat. Setidaknya kesadaran masyarakat tentang keselamatan dijalan raya melalui program mudik gratis ini sukses. Itu dilihat dari banyak pendaftar yang mendatangi loket pendaftaran mudik gratis di Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik. Bahkan, sejak pendaftaran dibuka hingga Sabtu (11/5/2019), jumlah pendaftar sudah mencapai 220 orang.

Sementara itu, pemberangkatan mudik gratis lebaran kali ini dimulai pada 30 Mei hingga 4 Juni 2019. Sedangkan jadwal balik mulai 10 hingga 11 Juni 2019.

Selain mudik gratis lebaran via angkutan bus. Ada juga mudik gratis menggunakan kapal khusus tujuan Pulau Bawean. Hanya saja kuota mudik gratis tujuan Bawean untuk tahun ini berbeda tahun sebelumnya. Jika tahun lalu disediakan kuota 3.000 orang, tahun ini kuotanya hanya 1.000 orang.

Dari kuota 1.000 orang tersebut lima kali pelayaran. Tiga kali pelayaran untuk mudik dan dua kaki pelayaran tujuan balik.

“Yang via kapal laut tujuan Bawean per seat 200 orang. Tersedia lima kali pelayaran yakni tiga kali berangkat dan dua kali balik,” jelas Nanang. (uki/adv)