Gagal Nyaleg 2014, Nurhamim Malah Dilantik Jadi Ketua DPRD Gresik

4 December 2018 - 17:20 WIB

GRESIK (SurabayaPost.id)–Manusia boleh bercita-cita dan bahkan berencana, namun tetap Tuhan yang menentukan segalanya. Pepatah kuno itu nampaknya tepat digambarkan kepada sosok Ahmad Nurhamim Ketua DPD Golkar Gresik. Pasalnya, pria berkacamata ini pernah gagal di Pileg 2014, namun kini justeru dilantik menjadi Ketua DPRD Gresik.

Perjalanan politik Anha panggilan akrab Ahmad Nurhamim cukup tajam dan berliku. Pria asal Lamongan ini kalah berebut pundi-pundi suara dengan koleganya, yakni Markasim Halim Radianto didapil satu Kecamatan Kota-Kebomas. Setelah lima tahun menjabat wakil Ketua DPRD Gresik 2009-2014, karena tidak terpilih di Pileg 2019 ia harus mengakui keunggulan koleganya dan gagal menjadi anggota DPR 2014-2019.

Namun tidak terpilihnya Anha sebagai anggota legistif, justeru menjadi awal menanjaknya karir politik mantan Sekretaris DPD Golkar ini. Di tahun 2016 April, ia terpilih menjadi Ketua DPD Golkar Gresik yang sebelumnya di jabat oleh Sambari Halim Radianto yang kini masih menjabat sebagai Bupati Gresik.

Setelah ia terpilih menjadi Ketua DPD Golkar, banyak perubahan-perubahan politik. Mendekati pendaftaran caleg untuk menghadapi pileg 2019, terjadi banyak dinamika politik ditubuh Golkar Gresik. Salah satunya adalah Markasim mengundurkan diri dari Golkar dan memilih loncat ke Partai Gerindra. Pria yang masih kerabat Bupati Sambari ini mengundurkan diri dari anggota DPRD Gresik Fraksi Golkar. Kemudian proses PAW menggelinding dan Anha menggantikan posisi Markasim di anggota Fraksi Golkar. Tak berselang lama mundurnya Markasim, Ketua DPRD Gresik H Abdul Hamid tutup usia.

Dan Selasa (4/12) Anha dikukuhkan menjadi Ketua DPRD Gresik periode 2014-2019, dalam rapat paripurna istimewa di ruang paripurna. Anha dilantik menjadi Ketua DPRD Gresik melalui surat keputusan(SK) DPP Partai Golkar No.B.2059/Golkar/X/2018, tertanggal 29 Oktober  2018, tentang persetujuan pergantian antar waktu(PAW) Ketua DPRD Kabupaten Gresik periode 2014-2019. Dan, surat DPD Golkar Kabupaten Gresik No.75/B.4/DPD II/PG/X/2018, tertanggal 30 Oktober 2018, perihal pemberhentian dan pengangkatan Ketua DPRD Gresik periode 2014-2019, berdasarkan peraturan tata tertib(Tatib) DPRD No.01 tahun 2017 pasal 55, yang mengatur tentang PAW.

Sekretaris Dewan(Sekwan)  DPRD Gresik, Darmawan menyatakan, pelantikan H.Ahmad Nurhamim sebagai Ketua DPRD Gresik periode 2014-2019 menindaklanjuti  Surat Keputusan(SK) Gubernur Jatim No.171.437/1278/0112/2018, tentang peresmian pengangkatan/pengganti antar waktu(PAW) Pimpinan DPRD Gresik, Ahmad Nurhamim.

SK yang ditandatangani Gubernur Jatim berisikan meresmikan dengan hormat pengangkatan Ahmad Nurhamim sebagai PAW Pimpinan DPRD Gresik masa jabatan 2014-2019 terhitung mulai tanggal pengucapan sumpah/janji.

Setelah pembacaan SK Pelantikan, Ketua PN Gresik, Andreas Purwantyo Setiadi mengambil sumpah jabatan H.Ahmad Nurhamim sebagai Ketua DPRD Gresik periode 2014-2019.

Pada paripurna istimewa ini, juga diadakan PAW Khusnul Fiqhan sebagai anggota DPRD Gresik periode 2014-2019 menggantikan almarhum, H.Abdul Hamid dari Dapil Manyar, Bungah dan Sidayu hasil Pileg 2019.

Setelah resmi dikukuhkan menjadi Ketua DPRD Gresik, Anha menyatakan, di penghujung tahun 2018, ia berjanji akan menuntaskan sejumlah  kegiatan DPRD Gresik yang belum rampung. Sambil
menunggu hasil verifikasi peraturan daerah(Perda) tentang APBD 2019.

Ia juga menyatakan,  DPRD Gresik di penghujung  tahun 2018,  melalui tugas dan fungsinya akan melakukan pengawasan sejumlah kegiatan dan program yang dilakukan Organisasi Perangkat Daerah(OPD) di lingkup Pemkab Gresik.

Diantaranya sejumlah proyek fisik yang belum tuntas dikerjakan. Seperti proyek Revitalisasi Alun-alun Gresik, Gelora Joko Samudro(Gejos), jalan, saluran air dan sejumlah proyek lain.” Proyek yang belum tuntas di 2018 akan dikordinasikan dengan masing-masing alat kelengkapan dewan(AKD),” pungkasnya.

Sementara Dewan Penasehat DPD Golkar Gresik, KH.Nur Muhammad berharap, bahwa Ketua DPRD Gresik bisa berkolaborasi, bekerjasama dengan Bupati Sambari Halim Radianto, dan semua komponen masyarakat.” Semua ini demi kebaikan masyarakat dan Kabupaten Gresik,” katanya. (adv)