Gelar Konser Musik, KPUD Bantah Abaikan Himbauan Wali Kota Batu

31 March 2019 - 00:10 WIB
LCD proyektor konser musik yang digelar KPUD Kota Batu tetap menyala meski ada himbauan Wali Kota Batu agar semua lampu dimatikan mulai pukul 20.30 - 21.30 WIB

BATU (SurabayaPost.id) – Edaran surat himbauan dari Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, terkait dukungan gerakan EARTH HOUR, No 660/1106/422.110/2019, yang sifatnya penting,tertanggal 28 Maret 2019.

Dari isi surat himbauan berupa dukungan gerakan EARTH HOUR, yang tertera Kepala Dinas /Badan/Kantor/ Bagian dilingkungan Pemerintah Kota Batu, dan Pimpinan Lembaga non Pemerintah, Pimpinan BUMD, Pim Perusahaan / pelaku usaha,Camat se Kota Batu,Lurah dan Kades se Kota Batu.

Dalam himbauannya, dalam rangka mendukung kebijakan penghematan energi ,mengurangi pemanasan global ,serta sebagai dukungan , terhadap gerakan EARTH HOUR ,dihimbau kepada saudara untuk berpartisipasi dalam gerakan switch off, dengan mematikan lampu, serta peralatan elektronik yang tidak digunakan selama 1 jam, pada Sabtu 30 Maret , Pukul 20,30 – 21.30 Wib di lingkungan masing – masing. Dalam surat himbauannya, tertanda Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko.

Celakanya, terkait surat himbauan dari Dewanti Rumpoko, yang beredar di semua instansi dan ditempat yang lain tersebut telah beredar kabar bila KPUD Kota Batu terkesan mengabaikan dan tidak menghormati himbauan Wali Kota Batu.

Pasalnya, dengan bersamaan beredarnya himbauan yang dimaksud, KPUD Kota Batu, telah menggelar acara konser musik,yang dihelat di area halaman parkir, Balaikota Among Tani Pemkot Batu, di Jalan Panglima Sudirman, Sabtu (30/3/2019) malam.

Sementara itu, Komisioner KPUD Kota Batu, Heru Joko Purnomo,saat dikonfirmasi via ponselnya, terkait beredarnya kabar, KPUD yang terkesan mengabaikan edaran surat himbauan tersebut.Heru Joko Purnomo, yang sapaan akrabnya Heru tersebut membantah keras.

“Oh tidak bisa, kami sambutan saja hanya menggunakan lilin dalam satu jam, kami semua undangan menggunakan lampu lilin,” bantah Heru.

Kendati demikian, Heru mengaku hanya lampu yang di panggung itu satu saja. Hal itu untuk penerangan muka.

“Kami pun ada buktinya, sambutan di gelap gelapan pakai lilin. Kami menghormati acara tersebut. Mana, silahkan dikonfirmasi mana yang kita mengabaikan. Soalnya kita juga ada di block office di tempat Wali Kota,” tegas Heru dengan nada tinggi.

Saat disinggung, acaranya dimulai pukul berapa? “Kita mulai jam 4, jadi setelah Jam 8,30, lampu kami matikan. Kami undangan semua menggunakan lilin, sampai jam 21,30, baru BO, lampu perkantoran hidup. Kita menghidupkan semua,” ngakunya.

Disinggung terkait kabar yang beredar tersebut, “kalau ada WA, ini saya kirim gambar – gambarnya.Saya kasih gambar – gambarnya ada.Sambutan saya dalam gelap,” pungkasnya. (gus)