SURABAYA (SurabayaPost.id) – Panggung kompetisi akademik tingkat dasar paling bergengsi tahun ini tersaji di Gedung Medang, Maleo Hall, Kampus B Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya. Pada Sabtu 16 Mei 2026, Grand Final Genius National Olympiad Student (GENOS) 2026 resmi digelar dan mempertemukan 220 pelajar SD terbaik dari seluruh Indonesia.
Sebanyak 539 siswa dari 21 provinsi mengikuti tiga sesi penyisihan sebelum para pemenang melaju ke babak Grand Final. Seleksi dimulai sejak Sesi 1 pada 28 Februari, dilanjut Sesi 2 pada 28 Maret, hingga Sesi 3 pada 19 April 2026. Jawa Timur menjadi wilayah dengan jumlah peserta terbanyak.
Ketua Panitia GENOS 2026, Risna Diani, SH, mengatakan tingginya animo peserta menunjukkan bahwa GENOS telah menjadi ajang yang ditunggu pelajar dan sekolah.
“Angka 539 peserta dari 21 provinsi membuktikan GENOS bukan sekadar lomba biasa. Ini ruang pertemuan talenta muda dari Sabang sampai Merauke,” ujar Risna.
Menurutnya, pelaksanaan grand final dimulai sejak pukul 07.30 WIB. Panitia menerapkan aturan ketat demi menjaga integritas ujian. Peserta menerima kartu identitas, kaos, dan sertifikat sebelum masuk ke ruang ujian yang steril dari orang tua maupun pendamping.
Untuk menjaga kualitas penilaian, panitia menggandeng akademisi dari tiga universitas negeri. Dewan juri terdiri dari Devi Eka Wardani Meganingtyas, S.Pd., M.Si. dosen Matematika FMIPA Universitas Negeri Jakarta, Sahribulan, S.Si., M.Si. dosen Biologi FMIPA Universitas Negeri Makassar, dan Muhammad Nur Ashar Asnur, S.Pd., M.Hum. dosen Bahasa Jerman FBS Universitas Negeri Jakarta.

Setelah melalui rangkaian ujian, panitia mengumumkan tiga juara umum berdasarkan akumulasi skor tertinggi lintas mata pelajaran:
Juara Umum 1 diraih Felicia Miracle Angeline dari SD Aletheia Banyuwangi, Level 1, dengan hadiah pembinaan Rp1.000.000.
Juara Umum 2 diraih Shafira Brenda Putri Devan dari Pelita Hati School Jember, Level 0, dengan hadiah Rp750.000.
Juara Umum 3 diraih Alfun Nur Fatih Muzakki dari My Little Island Malang, Level 0, dengan hadiah Rp500.000.
Dari 220 finalis, panitia memilih 100 pemenang penerima medali emas, perak, dan perunggu, serta menobatkan 15 juara utama peraih medali emas yang tersebar di tiga mata pelajaran dan empat level kompetisi. Mereka menerima piala, medali, dan uang pembinaan. Skema penghargaan ditetapkan 10% emas, 15% perak, dan 20% perunggu dari total peserta.
Risna menegaskan bahwa GENOS 2026 dirancang bukan hanya untuk mencari pemenang. Format dua kali seleksi, jangkauan 21 provinsi, dan keterlibatan akademisi bertujuan menumbuhkan keberanian anak dalam belajar, berpikir kritis, dan percaya pada kemampuan diri.
“Di titik inilah GENOS 2026 menjadi lebih dari sekadar olimpiade. Ini etalase lahirnya generasi muda berprestasi dari berbagai penjuru Indonesia,” tutup Risna.
Dengan antusiasme peserta dan kualitas penyelenggaraan yang terus meningkat, GENOS diproyeksikan menjadi barometer kompetisi akademik pelajar mulai dari tingkat TK, SD dan SMP di tingkat nasional. (lil).
