Ingin Kembalikan Citra Unikama,  Rektor Pieter Bakal Akhiri Konflik

28 December 2018 - 20:35 WIB
Kampus Unikama yang selama ini dilanda konflik internal.

MALANG (SurabayaPost.id)  – Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) sepanjang tahun 2018  dilanda konflik internal. Upaya mediasi yang dilakukan selalu kandas, karena  pihak yang bersengketa merasa benar.

Berdasarkan kondisi tersebut, Rektor Unikama Pieter Sahertian akan menjadikan tahun 2019 sebagai momentum mengembalikan citra positif Unikama.

“Kita ingin tingkatkan citra Unikama mulai 2019 nanti. Sebab selama ini  selalu diwarnai berita negatif, berita buruk, tentang konflik perebutan kekuasaan, dan sebagainya,” ujar Pieter Sahertian, Jumat (28/12/2018).

Sebagaimana  diketahui, konflik internal yang terjadi di Unikama dipicu dualisme kepemimpinan. Baik itu di tingkat yayasan maupun rektorat.

Ketua PPLP PGRI versi Soedja’i mengangkat Pieter Sahertian sebagai rektor. Sementara Plt PPLP PGRI Slamet Riyadi mengangkat Dr Koenta Adji Kurniawan sebagai rektor.

Berkaca dari konflik tersebut Pieter ingin mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap Unikama. Dia juga merencanakan untuk merangkul pihak – pihak yang selama ini berseberangan dan beda pendapat.

“Kita ingin bahwa konflik itu selesai. Karena itu kita juga akan konsolidasi dengan dosen yang berbeda pendapat dan masih mau bergabung dengan Unikama. Ada beberapa teman yang punya potensi yang bagus dari segi pendidikan kalau mereka masih memiliki pemikiran positif terhadap Unikama,” ungkapnya.

Pieter memahami sikap beberapa dosen yang selama ini bergabung dengan kubu Slamet Riyadi bisa saja karena faktor emosional. “Bukan hanya sekedar rasionalitas dia dalam melihat kebenaran tapi bisa saja karena emosi, kedekatan dan itu yang membuat mereka ke sana,” tandas Pieter.

Meski demikian pihak Soedja’i membuka diri dan berharap dosen – dosen yang berseberangan mau kembali bergabung. Untuk maksud ini lanjut Pieter akan ada klasifikasi mana yang bisa bergabung dan mana yang sudah tidak bisa diajak kerjasama.

Ditambahkan dia bila akan ada team yang melakukan sosialisasi dan konsolidasi untuk menyatukan kembali pihak – pihak yang selama ini berseberangan. Teknisnya akan diatur ketua yayasan.

Saat ini Unikama memiliki enam Fakultas. Antara lain, Fakultas Ilmu Pendidikan, hukum, ekonomi, bahasa dan sastra, peternakan, sains dan teknologi. Terdapat 19 program studi, S1 dan S2 manajemen pendidikan dan bahasa Inggris. “Kedepan kita ingin membuka program S3 serta perluas beberapa fakultas, bidang IPA,” jelasnya.

Mengenai penerimaan mahasiswa baru, Pieter Sahertian mengaku akan dimulai pada April 2019. Akan tetapi pihaknya akan menerima jika ada yang berniat mendaftar mulai sekarang. Pieter berharap ada peningkatan mahasiswa baru dalam tahun ini. ” tahun lalu hanya 700 orang. Kita berharap tahun ini bisa mencapai 1500 orang,” pungkasnya.

Sementara itu Plt PP PGRI, Slamet Riyadi ketika dikonfirmasi mengatakan kasus Unikama masih berproses secara hukum dan belum selesai. Karena itu, dia berharap persoalan tersebut bisa segera selesai. “Sebab, kita sudah dua kali menang di Pengadilan Tata Usaha Negara,” kata ia. (lil)