Koperasi Margo Makmur Mandiri Dinilai Tak Terdampak Pandemi Covid-19

5 August 2021 - 11:07 WIB
Prosesi pengiriman hasil susu sapi perah di Koperasi Margo Makmur Mandiri di Kota Batu

BATU (SurabayaPost.id) – Dibalik terpuruknya laju perekonomian karena dampak pandemi Covid-19, dan kerap dikeluhkan banyak  manajemen perusahaan, ternyata dampak tersebut, tak berimbas terhadap ratusan anggota Koperasi Margo Makmur Mandiri, yang terletak di Wilayah Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Hal tersebut, diakui Pengurus Koperasi Margo Makmur Mandiri Muhammad Munir, Kamis  (5/8/2021) 

Menurut Munir, dirinya atas nama pengurus, dan juga atas nama anggota dari Koperasi Margo Makmur Mandiri yang ada di Kota Batu.

“Adanya PPKM Level 4 ini, untuk sektor peternakan sapi perah khususnya produksi susu tidak  ada kendala,” katanya.

Itu, kata dia, terkait susu yang didistribusikan dan serapan ke pabrik juga maksimal.  Termasuk yang kirim ke Bali, meski msih ada kendala.

“Pengiriman yang ke Bali, hanya ada sedikit kendala dalam artian. Misalnya dalam satu pekan biasanya mengirim dua kali divolume kisasaran 10.000 liter susu.Dimasa pandemi dan PPKM ini, dalam satu minggu cuma sekali kirim diangka antara 5 – 6 ribu liter,” paparnya.

Itu, mungkin,papar dia, karena, dengan pemberlakuan PPKM  karena orang dari luar daerah yang ke Bali, termasuk para wisatawan sedang diperketat.

Kendati demikian, pihaknya mengaku tetap masih bersyukur.Karena produksi susunya masih tetap lancar.

“Termasuk pengiriman kita ke Bali, untuk memenuhi atau melayani kebutuhan warga asing yang sudah menetap di Bali,” terangnya.

Dari sisi lain, terang dia, untuk yang kirim ke terkait PT Indolakto ,dan PT  GIOIA Cheese Indonesia (GCI) dikatakan tetap lancar.

“Dari volume awal kisaran 5.000 liter susu bisa terserap semua dalam setiap hari.Dengan bertahannya itu, sebagai dampak positif.Mungkin masyarakat juga mulai sadar ,adanya anjuran empat sehat lima sempurna.

“Jadi sempurnanya salahsatunya termasuk susu untuk meningkatkan imunitas dan daya tahan tubuh manusia adalah susu.Terlebih banyak mengkonsumsi susu. Dan itu, sebenarnya harus semakin dikuatkan masyarakat,” sarannya.

Dan itu, berharap dapat didorong oleh pemerintah dan bagaimana nanti bisa menyadarkan masyarakat kita semua, akan pentingnya untuk kosumsi susu setiap hari.

Selain itu, menurut dia, sangat prihatin dampaknya PPKM yang sangat terasa oleh banyak perusahaan yang lain.

“Tapi kalau di produksi susu dan peternaknya masih tetap eksis dan secara umum anggota sadar, karena anggota juga sudah bisa merasakan.Dalam artian meskipun dalam masa – msa pandemi  perekonomian tetap berjalan dan setiap bulannya masih punya harapan uang dari hasil susu sapi perahnya,” ujarnya.

Terlebih lagi, ujardia, perputaran roda untuk pelihara sapi perah tetap mengasilkan susu dalam periode satu bulan.

“Tiga kali pembayaran susu dalam waktu satu bulan.Sehingga para anggota senang dan bisa mengembangkan unit usaha peternakan sapi perahnya.Dari kisaran 200 anggota,dengan total populasi hampir 700 ekor sapi perah,” katanya.

Apalagi, kata dia, di Dusun Brau sumber perekonomian pertama didominasi dari peternakan sapi perah.

“Dengan produksi susu ini, jadi 98 persen masyarakat bergerak dibidang peternakan sapi perah,” tandasnya. (Gus)