M Husni Mubarok : Instruksi Semu Menteri Perdagangan

7 April 2020 - 10:06 WIB

JOMBANG (SurabayaPost.id) — Keputusan Pemerintah pusat melalui Kementrian Perdagangan soal penetapan standarisasi harga kebutuhan pokok seperti Gula, Telor dan kebutihan pangan lainnya, tidak efektif karna instruksi tersebut, menjadi instruksi semu

Penegasan itu disampaikan M Husni Mubarok (MHM), Ketua Umum Indonesia Sinergi.

” Perhari ini tgl 06-04-2020 harga Gula di Pasar tradisional terbesar di Kabupaten Bangkalan Madura Rp.18.000 /kg dan harga Telor Rp.24.000 /kg. Sementara keputusan Pemerintah Harga Gula Pasir dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) ditetapkan Rp.12.500/kg,” tegas Husni saat berkunjung ke pasar Bangkalan, Selasa (7/4) pagi tadi.

Bahkan MHM menegaskan, lain halnya harga di Pasar Pulo ijo tingkat kecamatan seperti di Pasar Modung Bangkalan Madura, jauh lebih mahal dibandingkan harga di Kabuputen, akhirnya Rakyatpun menjerit seperti semut yang kelaparan dilumbung tebu (bahan dasar gula)

“Contoh diatas hanyalah satu diatara sekian banyak contoh kasus yang terjadi dipelosok Negeri ini. Saya mendesak kepada Presiden Jokowi agar peka melihat persoalan ini, segera lakukan tindakan nyata, ingatlah dngn janji saat kampanye, jangan seperti kacang lupa kulitnya, ” tambah Pengusaha yang tinggal di Jakarta ini.

” Bagaimana caranya regulasi yang dibuat tersebut dapat direalisasikan ditingkat paling bawah, masak Negara kalah dngn Spekulan.”

Maka Husni mendesak Menteri Perdagangan agar bertindak nyata, jangan hanya menjadi perpanjangan tangan Parpol yang merekomnya

” Saya juga mendesak Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa bekerjasama dngn Dinas Kementrian Perdagangan Provensi Jawa Timur agar melalukan sidak ke pasar2 tradisional, mengingat Rakyat semakin hari semakin menjerit, ” tegas Pengusaha muda ini.

MHM juga mengaku prihatin melihat keadaan ini.

” Beberapa hari lagi Umat Islam akan menunaikan ibadah Puasa agar bisa menjalani ibadah Puasa dengan tenang, tanpa harus dihantui oleh rasa was was dengan harga sembako tinggi dan dihantui virus corona.” (Anang)