MFM Mudahkan Transformasi Digital UMKM Lewat Teknologi Dompet Digital DANA 

6 October 2019 - 12:05 WIB
Malang Folks Market (MFM) yang digelar di Malang menawarkan cashback 50 persen bagi UMKM dan masyrakat yang melakukan transaksi digital alias nontunai.

MALANG  (SurabayaPost.id) – Malang Folks Market (MFM) diyakini biaa menjadi ajang unruk memudahkan transformasi digital UMKM lewat teknologi dompet Digital DANA. Sebab lewat MFM biaa melakukan upaya edukatif untuk mendorong terselenggaranya transformasi digital di kalangan UMKM tersebut di Kota Malang sejak 4-6 Oktober 2019. 

Keyakinan tersebut diungkapkan Vincent Iswara, CEO dan salah satu Founder DANA di Kota Malang, Minggu  (6/10/2019). Dia menjelaskan bahwa DANA, dompet digital dari, oleh, dan untuk Indonesia,  serius dalam mendukung peningkatan kompetensi UMKM Indonesia. 

Keseriusan tersebut kata dia tercermin dari makin intensifnya DANA melakukan upaya-upaya edukatif pada masyarakat. “Tujuannya  untuk mendorong terselenggaranya transformasi digital di kalangan UMKM,” tutur dia. 

Proses transaksi nontunai lewat Digital DANA

Diantara upaya itu disebutkan seperti  membuat infrastruktur transaksi digital. Misalnya di ajang ekonomi kreatif terkemuka MFM  pada tanggal 4–6 Oktober 2019.

Melalui ajang MFM yang diinisiasi oleh Jagoan Indonesia, menurut dia,  sebuah platform sociopreneur untuk pemberdayaan industri kreatif lokal, serta Dinas Perindustrian Kota Malang. Untuk itu, DANA mengajak pelaku usaha kreatif skala UMKM, konsumen, hingga pemerintah daerah, untuk merasakan langsung keunggulan dan manfaat dari transaksi nontunai secara digital melalui penggunaan dompet digital DANA.  

Dijelaskan Vincent  bahwa teknologi DANA  itu demi mendukung UMKM. Sebab memberikan beragam pengalaman langsung. 

Hal itu kata dia merupakan  langkah efektif untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat. Terutama UMKM  terhadap keunggulan budaya baru bertransaksi digital yang lebih efisien dan lebih aman. 

Menurut dia, UMKM dan para pengunjung MFM  berkesempatan merasakan dan membuktikan sendiri. Itu terkait  kemudahan, kenyamanan, serta jaminan keamanan dalam bertransaksi nontunai secara digital. 

“Fitur-fitur berteknologi canggih serta kapabilitas dompet digital DANA juga dapat dimanfaatkan oleh para pelaku bisnis kreatif berskala UMKM untuk mendukung bisnis mereka dan menciptakan inovasi layanan mengesankan bagi pelanggannya,” jelas dia.

 Untuk mendaftarkan bisnisnya sebagai mitra DANA, lanjut dia, pelaku UMKM dapat melakukan verifikasi Know Your Business (KYB) secara mudah, cepat, dan praktis. “Sebab cukup  mengikuti panduan yang ada di dompet digital DANA,” kata Vincent.

Aktivis DANA Digital saat memberikan edukasi pada masyarakat dan pelaku UMKM.

UMKM dapat mengoptimalkan fungsi fitur Kirim DANA atau Minta DANA, kata dia,  untuk memberikan opsi pembayaran bagi pelanggan, selain melalui pemindaian QR Code yang telah tersedia di setiap gerai. Teknologi pemindaian QR Code DANA itu menurut dia telah kompatibel dengan QR Indonesia Standard (QRIS) yang ditetapkan Bank Indonesia. 

“Mereka juga bisa mengeksplorasi fitur DANA Kaget apabila ingin memberikan kejutan istimewa bagi pelanggan-pelanggan terpilih.

Selain itu, fitur Card Binding (penyimpanan kartu debit dan kartu kredit) yang tersedia di dompet digital DANA juga berpotensi untuk mendukung terselenggaranya proses transaksi yang makin cepat, praktis, dan aman,” jelasnya.

 Melalui fitur ini, menurut dia, pengguna DANA tidak perlu melakukan top up atau penambahan saldo jika saldo DANA-nya kurang atau bahkan nol rupiah. Alasannya, karena mereka dapat menggunakan kartu debit atau kartu kreditnya sebagai sumber dana ketika bertransaksi. 

“Bagi pelanggan, cara ini jauh lebih terjamin keamanannya karena informasi penting dari kartu debit dan kartu kredit tetap terproteksi dari kemungkinan penyalahgunaan oleh pihak lain. Sementara bagi UMKM, fitur ini memungkinkan pihaknya untuk tetap bisa melayani transaksi pembeli tanpa terkendala nominal saldo yang tersimpan di dompet digital DANA mereka,” tambah Vincent.

Makanya dia menegaskan jika pemberian edukasi kepada masyarakat dengan menghadirkan pengalaman pengguna yang beragam (user experience – UX) seperti yang dilakukan DANA di MFM  serta gelaran-gelaran serupa, akan terus menjadi fokus DANA yang akan dilakukan secara konsisten. Bagi DANA, semakin banyak ragam UX yang bisa dihadirkan dan terbukti andal dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, maka peluang untuk terjadinya peralihan dari budaya transaksi tunai ke nontunai secara digital akan semakin besar.

“Saat ini, transaksi digital di Indonesia masih rendah dibanding total transaksi keseluruhan, yakni sekira 7 persen. Masih diperlukan banyak edukasi dan upaya strategis agar adopsi digital makin meluas,” tuturnya.

Untuk itu, lanjut dia,  sebagai stimulan agar masyarakat antusias mencoba pengalaman baru bertransaksi digital, DANA menghadirkan beragam program. Pada gelaran MFM  ini. “DANA menghadirkan cashback 50% untuk setiap transaksi bagi pengunjung yang hadir dan berbelanja selama ajang ekonomi kreatif ini berlangsung,” pungkasnya. (aji)