Mobil Listrik UMM Diyakini Bakal Jadi Juara Asia di Sirkuit Sepang Malaysia

26 March 2019 - 02:06 WIB
Rektor UMM Dr Fauzan MPd masing stiker pada mobil buatan mahasiswa Fakultas Teknik yang bakal diikutsertakan dalam lomba mobil listrik hemat energi di Sirkuit Sepang Malaysia.
Rektor UMM Dr Fauzan MPd masing stiker pada mobil buatan mahasiswa Fakultas Teknik yang bakal diikutsertakan dalam lomba mobil listrik hemat energi di Sirkuit Sepang Malaysia.

MALANG (SurabayaPost.id) – Mobil listrik buatan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Mekatronic diyakini bakal menjadi juara di kontes internasional Shell Eco-Marathon Asia (SEM Asia) 2019, di sirkuit Sepang Malaysia. Keyakinan tersebut disampaikan Rektor UMM Dr Fauzan MPd, Senin (25/3/2019).

Rektor Fauzan optimis mobil listrik buatan mahasiswa Fakultas Teknik itu bisa jadi juara di Sirkuit Internasional Sepang, Kuala Lumpur, bukannya tanpa alasan. Sebab, mobil listrik tersebut sudah sukses menjuarai kontes di tingkat nasional yang diikuti 22 perguruan tinggi di Indonesia.

“Berdasarkan kemampuan yang dimiliki, mobil listrik buatan mahasiswa UMM ini memiliki kecepatan 335,09 KM/KWH. Itu di atas buatan mahasiswa Cina yang hanya 129 KM/KWH. Makanya, kami targetkan hasil kompetisi nanti harus juara,” papar rektor yang terkenal ramah ini.

Untuk itu, dia mengimbau anggota tim Mekatronic UMM berpamitan pada orangtuanya masing-masing sebelum berangkat ke kompetisi. “Minta doa restu sama ibu dan bapaknya. Itu sepele tapi kekuatan dan hasilnya akan luar biasa,” imbuhnya.

Pada ajang kali ini Mekatronic UMM akan bersaing di kategori kendaraan Urban Electric. Itu mengandalkan mesin BLDC Motor 400 Watt dengan tempurung berbahan carbon fiber dan sasis aluminum.

Sementara ban pelek berukuran 17 inchi dan roda dasar berukuran 1250 milimeter. Keseluruhan bobot mobil sekitar 80 kilogram.

Menurut dosen pembina tim Mekatronic UMM, Moh Jufri, sebelum mengikuti ajang di Sirkuit Sepang Malaysia, UMM melalui Genetro Suryo U.E.V 6 berhasil menyabet juara satu pada Kompetisi Mobil Hemat Energi (KMHE) 2018 dalam Kategori Urban Listrik.

“Perolehan kami berada pada nilai 335,09 KM/KWH. Hasil itu memecahkan rekor Asia dan dunia,” jelas Mohammad Jufri, ST MT.

Raihan membanggakan sebelumnya ini, lanjut Jufri, tentu harus dikembangkan dan dilanjutkan untuk diwujudkan menjadi juara di setiap bidang dan level kejuaraan. Berkaca dari perjuangan Mekatronic Team untuk mengonsep dan merakit, Jufri sangat optimis mahasiswa dampingannya akan mengukir raihan prestasi yang gemilang.

Selain diikuti universitas di Indonesia, kompetisi juga diikuti 100 tim dari seluruh penjuru kawasan Asia dan Timur Tengah. Pada gelaran ke-10 di tingkat Asia ini, SEM Asia akan menjadi wadah terbesar untuk membuktikan diri sebagai perancang kendaraan yang dapat menempuh jarak jauh dengan energi paling hemat.

Makanya, tim Mekatronic yang beranggotakan delapan mahasiswa itu diyakini Rektor Fauzan bakal sukses meraih juara. “Berani berangkat, berani juara,” tuturnya.

Disinggung tentang keberlanjutan mobil hemat energi, Fauzan menerangkan UMM memiliki skema program gelar produk akademik. “Di sanalah produk-produk akademik dosen dan mahasiswa akan ditawarkan ke perusahaan dan industri. Gelar produk akademik akan diselenggarakan April mendatang,” pungkasnya. (aji)