Pemakaman dan Lapangan Sepak Bola Jadi Milik Pribadi, Warga Marah

13 January 2019 - 20:31 WIB
Warga Desa Sumberjo saat melakukan aksi di kawasan pemakaman dan lapangan sepakbola yang kini diklaim milik pribadi atas nama Menik.
Warga Desa Sumberjo saat melakukan aksi di kawasan pemakaman dan lapangan sepakbola yang kini diklaim milik pribadi atas nama Menik.

BATU (SurabayaPost.id) – Kecewa karena tanah makam dan lapangan bola diklaim Menik dengan bukti kepemilikan berupa sertifikat, warga Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Kota Batu malah.  Mereka yang mengatasnamakan Forum Peduli Aset Desa Sumberejo (FPADS) menggelar aksi damai di lahan makam dan lapangan seluas 2,8 hektar itu, Senin (13/1/2019).

Menurut Koordinator Lapangan (Korlap)  aksi dari FPADS, Sukeri peserta aksi itu sekitar 1.500 warga. Mereka dari tiga dusun di  Desa Sumberejo.

“Mereka kecewa dan marah. Sebab, lahan seluas 2,8 hektar untuk pemakaman dan lapangan sepakbola diklaim milik pribadi atas nama Menik,”  kata Sukeri.

Untuk itu Sukeri berjanji dengan ribuan warga tersebut bakal bakal menghadapi risiko apa pun. Alasannya, karena  demi kepentingan masyarakat desa Sumberejo.

Warga Desa Sumberjo saat melakukan aksi di kawasan pemakaman dan lapangan sepakbola yang kini diklaim milik pribadi atas nama Menik.
Warga Desa Sumberjo saat melakukan aksi di kawasan pemakaman dan lapangan sepakbola yang kini diklaim milik pribadi atas nama Menik.

“Paling utama, mantan Kades yang lama,  Budiarto yang sekarang menjabat sebagai anggota dewan Kota Batu harus  bertanggung jawab sepenuhnya. Kami yakin dia tahu,” tegas dia.

Sementara itu,  Kepala Desa Sumberjo, Riyanto kala  bersama para ribuan warga mengatakan bila status lahan tersebut tanah eigendom  (P2). “Kalau sekarang berpindah pada pihak ketiga, tentu yang sangat mengerti Kades lama,” kata dia.  

Yang pasti, tegas dia, status lahan itu berubah menjadi milik pribadi sejak tahun 1991. Itu atas nama Menik.

Makanya, dia berjanji akan memperjuangkan hak masyarakat tersebut. Baik itu secara pidana maupun perdata. “Warga siap menghadapi itu semua,” tegas dia.

Sementara itu, mantan Kades Sumberjo, Budiarto saat dikonfirmasi enggan memberikan  penjelasan. “Maaf no comment mas, saya. Ngapunten geh,” jawab Budiarto yang kini menjadi anggota DPRD Kota Batu itu. (gus)