Usut Tuntas Kasus Fasos-Fasum Sumberejo, FPADS Harus Gerak

14 January 2019 - 15:58 WIB
Direktur LP3KND Supriyadi
Direktur LP3KND Supriyadi

BATU (SurabayaPost.id) – Kasus fasilitas sosial (Fasos) dan fasilitas umum (Fasum) yang pindah kepemilikan  di Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jatim diharap diusut sampai tuntas. Sehingga lahan seluas 2,8 hektar berupa pemakaman dan lapangan sepakbola bola yang menjadi milik pribadi itu jelas kronologisnya.

Untuk itu, Forum Peduli Aset Desa Sumberejo (FPADS) harus bergerak. “Sehingga kasus tersebut segera terurai siapa biyangnya dibalik itu semua,”  kata Direktur Lembaga Pemantau Penyelenggara Pengeluaran Keuangan Negara dan Daerah (LP3KND) Supriyadi SH, Senin (14/1/2019).

Menurut Supriyadi, peristiwa tersebut pasti ada oknum yang bermain. “Kalau persoalan tersebut tidak segera dibongkar maka akan menjadi bumerang bagi  masyarakat setempat,” kata dia.

Alasannya, kata dia, karena sewaktu waktu hal itu bakal diusik terus menerus. Masyarakat menjadi tidak nyaman.

Makanya,  Supriyadi menyarankan agar warga atau  FPADS berkoordinasi dengan kalangan DPRD Kota Batu. Sebab, Fasum dan Fasos itu untuk kepentingan warga setempat.

Apalagi di Dewan Kota Batu kata dia ada mantan Kades Sumberejo, Budiarto. Menurut dia, bisa meminta penjelasan bagaimana kasus itu terjadi.

Supriyadi yakin, mantan Kades yang kini Engadget anggota DPRD Kota Batu itu tidak akan diam. Sebab, kalau tetap bungkam justru akan menambah spekulasi yang bisa jadi tidak benar.

Dengan begitu, kata dia,  warga bersama FPADS bisa paham dan mengerti duduk persoalannya. “Apakah akan menempuh jalur hukum pidana, perdata atau mengikhlaskannya?,” tanyanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ribuan warga Desa Sumberejo marah. Mereka protes karena lahan Pemakaman dan sepakbola beralih status menjadi milik pribadi atas nama Menik.  (gus)