Wali Kota Malang Berkomitmen Kembangkan Pasar Tradisional

18 April 2019 - 16:07 WIB
Wali Kota Sutiaji dan Wawali Sofyan Edi Jarwoko (dua dari kiri) saat meresmikan Pasar Klojen setelah direvitalisasi.
Wali Kota Sutiaji dan Wawali Sofyan Edi Jarwoko (dua dari kiri) saat meresmikan Pasar Klojen setelah direvitalisasi.

MALANG  (SurabayaPost.id)  – Wali Kota Malang, Sutiaji berkomitmen untuk mengembangkan pasar tradisional. Komitmen tersebut diungkapkan saat memberikan sambutan dalam Festival Pasar Rakyat di Pasar Klojen, Kamis (18/4/2019).

Dia menekankan pentingnya Pasar Rakyat untuk menggerakkan ekonomi mikro. Menurutnya, selain tempat para pedagang dan pembeli bertemu, pasar rakyat juga mendukung kelancaran produksi, distribusi hasil pertanian dan peternakan serta UMK yang menyerap banyak tenaga kerja.

“Karena itu salah satu komitmen Pemkot Malang adalah meningkatkan daya saing pasar rakyat, mendukung kelancaran logistik dan distribusi serta bagaimana menaikkan omzet pedagang,” kata Sutiaji.

Dijelaskan, upaya Pemkot Malang dalam melakukan revitalisasi pasar di berbagai titik merupakan bukti jika, pemerintah ingin agar pasar tradisional berkembang pesat dan tidak kalah dengan pasar modern.

Pasalnya, keberadaan pasar rakyat ini sangat menguntungkan bagi pedagang dan pembeli. Disisi lain, lanjut Sutiaji, pedagang dapat menjual barangnya dan tidak kalah dengan pasar modern, juga bagaimana pembeli memperoleh barang dengan harga yang sangat ekonomis.

“Penguatan terhadap ekonomi mikro yang diwakili oleh pasar rakyat ini diharapkan juga mampu menekan angka gini rasio di Kota Malang. Karena itu, upaya revitalisasi pasar merupakan salah satu dari cara pemerintah dalam mendongkrak ekonomi,” bebernya.

Dikatakan pula, revitalisasi pasar tidak saja dalam hal fisik tetapi juga ada revitalisasi paradigma kepada masyarakat, termasuk di dalamnya juga terdapat revitalisasi manajemen dan revitalisasi sosial.

Untuk revitalisasi manajemen, Pasar Tradisional diharapkan mampu mengelola dengan profesional termasuk bagaimana hak dan kewajiban pedagang, tata cara penempatan dan pembiayaan harus berimbas pada peningkatan perekonomian.

“Pasar rakyat juga kedepan harus mengenal dunia IT, bagaimana tata cara pembayaran online nanti akan kita tata, sehingga mereka bisa berkompetisi dengan pasar modern.” Tukasnya.

Meskipun menggunakan teknologi, lanjut Sutiaji, ciri khas pasar tradisional yang didalamnya ada interaksi antara penjual dan pembeli dengan cara tawar menawar harga masih akan tetap berlaku.

“Karena itu Pemerintah Kota Malang akan berkomitmen dalam mengembangkan pasar tradisional. Itu agar tidak kalah dengan ritel pasar modern yang sudah banyak,” pungkasnya. (lil)