Wali Kota Wahyu Hidayat Pantau Pembongkaran 625 Lapak Gadang, Tanda Jalan Siap Dibangun.

Wali Kota Wahyu Hidayat Pantau Pembongkaran 625 Lapak Gadang, Tanda Jalan Siap Dibangun, Selasa (28/4/2026).
Wali Kota Wahyu Hidayat Pantau Pembongkaran 625 Lapak Gadang, Tanda Jalan Siap Dibangun, Selasa (28/4/2026).

MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Tahap krusial revitalisasi Pasar Induk Gadang dimulai. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memantau langsung pembongkaran 625 lapak pedagang di sisi selatan pasar, Selasa (28/4/2026). Langkah ini jadi penanda proyek jalan baru segera dimulai.

Pembongkaran pakai alat berat itu dilakukan setelah Pemerintah Kota (Pemkot) memastikan 1.200 pedagang sudah menempati lokasi baru di dalam area pasar. Dari jumlah itu, 625 pedagang sebelumnya menempati bahu jalan sepanjang Jembatan Kedungkandang.

“Alhamdulillah, hari ini seluruh pedagang sudah pindah. Barang dagangan sudah masuk semua, sekarang tinggal pembongkaran,” kata Wahyu di lokasi.

Pembongkaran pakai alat berat itu dilakukan setelah Pemkot memastikan 1.200 pedagang sudah menempati lokasi baru di dalam area pasar.
Pembongkaran pakai alat berat itu dilakukan setelah Pemkot memastikan 1.200 pedagang sudah menempati lokasi baru di dalam area pasar.

Proses pembongkaran sempat tertunda beberapa hari. Wahyu menyebut, pedagang lebih dulu menggelar syukuran sebagai bentuk rasa syukur atas relokasi yang difasilitasi Pemkot. “Ini bagian dari budaya mereka. Setelah itu langsung kita mulai pembongkaran,” ujarnya.

Targetnya, 625 lapak dari sisi timur hingga barat diratakan dalam sehari.
Wahyu menegaskan, usai pembongkaran Pemkot langsung pasang pagar pembatas permanen dan tata lanskap. Langkah ini untuk memastikan pedagang kaki lima tidak kembali berjualan di bahu jalan. “Nanti ada pagar tinggi dan tanaman, sehingga tidak bisa lagi digunakan untuk berjualan di pinggir jalan,” tegasnya.

Wali Kota Wahyu Hidayat saat memantau pembongkaran lapak pedagang.
Wali Kota Wahyu Hidayat saat memantau pembongkaran lapak pedagang.

Sementara itu, Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, memastikan proses berjalan sesuai rencana. “Sekarang tinggal proses pembongkaran kios lama dari sisi timur sampai barat. Kami upayakan hari ini selesai,” kata Eko.

Eko menambahkan, fasilitas di lokasi baru sudah siap. Drainase, toilet, hingga area parkir telah disiapkan untuk menampung 1.200 pedagang. Retribusi tetap Rp1.000 per meter persegi sesuai ketentuan pasar rakyat.

Pembongkaran 625 lapak ini membuka jalan bagi tahap berikutnya: pembangunan infrastruktur jalan. Pemkot menargetkan seluruh penataan Pasar Gadang rampung awal Mei 2026. “Harapannya penataan ini dapat segera rampung pada awal Mei 2026, sehingga pembangunan infrastruktur jalan dapat segera dimulai,” tandasnya. (lil).

Baca Juga:

  • Sidak Pasar Gadang, Anggota DPRD Rendra Masdrajad: Proyek Jalan 674 Meter Harus Tepat Waktu
  • Komisi C Soroti Pembongkaran Pasar Gadang, Arief Wahyudi: Belum 100%, Jalan Baru Taruhannya DAK Pusat
  • Relokasi Pasar Gadang Tanpa Biaya, Abah Qodir: Swadaya Pedagang Wujudkan Kios Permanen
  • Kembalikan Fungsi Jalan, Komisi C Tinjau Persiapan Akhir Cor Beton Jalan Pasar Gadang