MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bakal bangun mini bozem di kawasan Jalan Bondowoso untuk atasi banjir! Proyek ini didukung Bank Dunia dengan dana Rp145 miliar. Mini bozem ini akan jadi penampung sementara air sebelum masuk ke saluran baru Bondowoso.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menjelaskan bahwa mini bozem tersebut berfungsi sebagai antrean air agar aliran dapat dikendalikan sebelum diteruskan ke saluran utama.
“Terkait bozem di Bondowoso, ini konsepnya mini bozem. Air akan ditangkap dulu sebagai antrean sebelum masuk ke saluran Bondowoso yang baru,” ujar Dandung, Rabu (14/1/2026).
Proyek ini merupakan bagian dari program NUREP (National Urban Flood Resilience Project) yang didukung pendanaan dari Bank Dunia. Saat ini, proyek masih berada pada tahap pengadaan dan proses lelang yang dilakukan oleh pemerintah pusat.
Dandung mengatakan, jika berjalan lancar, penandatanganan kontrak diperkirakan berlangsung antara akhir Februari hingga awal Maret 2026. “Perkiraannya awal Maret sudah tanda tangan kontrak. Pekerjaan konstruksi direncanakan mulai setelah Lebaran tahun 2026,” kata Dandung.
Keberadaan mini bozem dan saluran baru Bondowoso ini diharapkan mampu mengantisipasi banjir di sejumlah titik langganan genangan, seperti kawasan Galunggung, Bareng, IR Rais, hingga Langsep dan sekitarnya. “Nantinya aliran keluar atau outputnya itu akan menuju Sungai Metro yang di wilayah Tidar,” tuturnya.
Proyek ini ditargetkan selesai pada awal 2027. Dandung menyebut, lamanya waktu pengerjaan disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari panjang saluran, dimensi yang cukup lebar, hingga metode pekerjaan yang dilakukan di tengah jalan.
“Mudah-mudahan semua berjalan sesuai rencana dan bisa memberikan solusi banjir bagi warga,” pungkas Dandung. (lil).
