MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau pelaksanaan uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di MIN 2, Kota Malang, Jawa Timur. Uji coba ini dilakukan sesuai arahan Badan Gizi Nasional (BGN).
Wahyu menilai bahwa skema prasmanan memiliki beberapa keunggulan, seperti makanan dapat disantap lebih hangat dan porsinya bisa lebih banyak. Selain itu, skema ini juga dapat meminimalisir adanya perkembangan bakteri saat pengemasan.
“Kalau seperti ini, dari SPPG bisa langsung membawa ke sekolah-sekolah, tidak perlu dikemas dulu ke dalam ompreng, sehingga menurut saya bisa meminimalisir adanya perkembangan bakteri saat pengemasan,” tutur Wahyu Hidayat.
Namun, Wahyu juga mengingatkan bahwa ada tantangan yang perlu menjadi perhatian dalam penerapan skema prasmanan, seperti manajemen waktu di lingkungan sekolah. Proses antre dan kegiatan makan yang membutuhkan waktu lebih lama dapat menambah durasi kegiatan siswa dan bahkan dapat mengganggu jam pelajaran.

“Berarti ada tambahan jam dan kemungkinan menyita jam pelajaran lain. Sehingga harus diatur lagi nanti mengenai jam pelajarannya,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Wahyu Hidayat didampingi Kepala Dinkes, Husnul Muarif, Kepala Dikbud Kota Malang, Suwarjana serta Kepala Diskominfo, Muhammad Nur Widianto dan anggota DPRD Kota Malang, Suryadi, ikut mencoba makan prasmanan MBG bersama siswa siswi MIN 2.
Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Malang Gadang 2, Ita Herlistyawati, menjelaskan bahwa uji coba ini merupakan tindak lanjut arahan dari Badan Gizi Nasional. SPPG menyiapkan total 1.300 porsi makanan yang diperuntukkan bagi peserta didik dan tenaga pendidik.
Menu yang disajikan disesuaikan dengan suasana Lebaran, yakni ayam, krecek, sayur, tempe, telur kecap, serta es buah. Peserta didik dan tenaga pendidik diarahkan untuk mengantre dan mengambil makanan secara mandiri melalui 5 jalur yang telah disiapkan.

Ita memastikan bahwa proses pengambilan makanan tetap berada dalam pengawasan tim SPPG untuk menjaga keteraturan dan porsi makanan. “Kami menyiapkan pengawas dari tim pemorsian untuk mengawasi jalannya pengambilan makanan oleh anak-anak,” tambahnya.
Uji coba ini diharapkan dapat menjadi evaluasi bagi pemerintah dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di sekolah-sekolah. Dengan demikian, tujuan utama untuk meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan peserta didik dapat tercapai secara optimal tanpa mengorbankan kualitas pendidikan di sekolah. (lil).
