Bangun PBKB, Relokasi 3000 Pedagang Diminta Direncanakan dengan Baik

11 August 2020 - 18:35 WIB
Koordinator Good Governance Activator Alliance (GGAA) Sudarno

BATU (SurabayaPost.id) – Pemkot Batu akan membangun Pasar Besar Kota Batu (PBKB) mulai tahun 2021. Untuk itu sebanyak 3000 pedagang termasuk PKL bakal segera direlokasi.

Koordinator Good Governance Activator Alliance (GGAA) Sudarno, Selasa (11/8/2020) meminta Pemkot Batu agar relokasi pedagang ke sekitar area Stadion Brantas direncanakan dengan matang. Sehingga pembangunan PBKB itu tidak terjadi blunder.

Menurut Darno ada beberapa pengalaman yang kurang baik seyogyanya menjadi referensi kuat bagi pengambil kebijakan di Pemkot Batu. Harapannya agar langkah – langkah yang akan ditempuh tidak menambah atau menciptakan kesulitan bagi para pedagang.

“Mereka malah mengalami kemunduran dalam mengembangkan usahanya.Itu tercermin bagaimana pembangunan pasar sayur setelah di bangun tapi malah mengalami kerusakan di beberapa titik,meski kerusakan tersebut masih menjadi tanggung jawab pihak ketiga,” katanya.

Meski begitu,kata dia, dengan perbaikan yang dilakukan tentunya sangat mengganggu aktivitas perdagangan di pasar sayur. “Pasar sayur yang tidak mampu tumbuh kembang bersaing dengan pasar di Karangploso mengakibatkan sedikit demi sedikit ada beberapa pedagang yang tidak melanjutkan beraktifitas.Karena di pasar sayur kondisinya sekarang ditengarai desain pasar sayurnya tidak mampu beradaptasi dengan perkembangan era dan daya dukung akses masyarakat yang akan ke pasar kurang baik,” ungkapnya.

Itu, ungkap dia, tengah mengakibatkan menurunnya kunjungan pembeli, bahkan dikabarkan penghuninya sepi dan lebih memilih berjualan di Pasar Sayur Karangploso, Kabupaten Malang.

“Pemerintah Kota Batu seakan membiarkan pasar di Kota Batu ini,sehingga dikepung dengan Pasar Mantung serta Dewi Sri di sebelah barat Kota Batu dan Pasar Karangploso disebelah timur yang masuk wilayah Kabupaten Malang,” paparnya.

Dengan begitu, menurut Darno mengakibatkan berkurangnya pengunjung ke lapak-lapak pedagang dan ketika saat ini pemerintah akan merenovasi atau membangun pasar Kota Batu,tentunya harus melakukan langkah-langkah strategis yang perlu ditempuh.

“Jadi jangan sampai pedagang menjadi korban kebijakan yang tidak tepat.Site plan dan desain pasar yang akan di bangun perlu untuk membuka ruang dialog yang terus menerus sehingga muncul kesepakatan bersama,” terangnya.

Karena , menurut dia, pedagang akan mendapatkan dampak pertama apabila secara konsep tidak mampu menjawab harapan dari pedagang. Seperti halnya, Pasar Dinoyo Kota Malang yang saat ini menjadi Mall Dinoyo adalah cermin yang harus dipahami oleh para pemangku kepentingan di Kota Batu.

“Jangan sampai case Pasar Dinoyo terjadi di Kota Batu. Dalam hal ini pembangunan pasar besarnya,” timpalnya.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Batu Eko Suhartono

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Batu Eko Suhartono mengaku terkait relokasi pedagang pasar induk kawasan A di Gelora Brantas Kota Batu, menurutnya sudah ada SK dari Wali Kota Batu.

“Lampiran Keputusan Wali Kota Batu Nomor 118 .45/260/KEP .422.012.2020, Tanggal 29 Juli 2020, peta lokasi tempat relokasi pedagang pasar induk kawasan A Stadion Gelora Brantas Batu,” terangnya.

Terkait pembangunan pasar tersebut ditargetkan diawal Tahun 2021. Menurut Eko relokasi harus sudah mulai, karena jumlah pedagangnya sangat banyak. Itu karena butuh waktu dan proses. “Tapi itu sudah ada penetapan relokasi. Karena prosesnya cukup lama jadi yang perlu disikapi relokasi ini,” ngakunya.

Untuk itu,lanjut Eko akan membicarakan baik – baik agar ini semua tidak tergesa – gesa. Selain itu menurut dia, yang melelang nantinya juga dari Pemerintah Pusat, karena anggarannya juga dari Pemerintah Pusat.

“Tapi perencanaannya dari Dinas Cipta Karya Pemkot Batu. Saya barusan ini sedang diskusi sama beberapa dinas terkait mulai tentang sampah dan persiapannya nanti, juga melibatkan dinas perhubungan dan beberapa dinas lainnya,” bebernya.

Terkait itu, menurutnya dia, sudah rapat dengan tim percepatan pada 2021 awal. Menurutnya harus sudah membangun.

Selain itu, Eko mengaku pula juga sudah rapat dengan pemerintah pusat. Termasuk jumlah para pedagang yang bakal direlokasi sudah disampaikan pada pemerintah pusat.

“Sekitar 3000 lebih pedagang di dalam pasar maupun yang berada di luar pasar. Khusus yang PKL sekitar 1097 orang. Selebihnya pedagang yang ada di dalam. Untuk itu, mau tidak mau, suka dan tidak suka ini harus segera dibuat. Mohon doa restunya kepada para pedagang, mohon suportnya pada paguyuban dan semuanya,” pungkasnya. (Gus)