MADURA (SurabayaPost.id) – Baitulmaal Muamalat (BMM) Region Office Jawa Timur menyalurkan bantuan yang berasal dari dana zakat untuk para guru ngaji di pelosok Madura, Jawa Timur pada Kamis (07/05/2026).
Bantuan disalurkan dalam bentuk santunan dan paket sembako sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para guru ngaji yang selama ini mengabdikan diri untuk syiar Islam di pelosok desa.
Salah satu guru ngaji penerima manfaat mengaku bantuan tersebut sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di usia yang tak lagi muda dengan kondisi kesehatan yang mulai menurun, banyak di antara mereka kesulitan mencari penghasilan tambahan.
Bagi para penerima manfaat, bantuan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi bentuk perhatian dan kepedulian terhadap perjuangan mereka dalam mengajarkan nilai-nilai keislaman kepada Masyarakat.
Program ini menunjukkan bahwa zakat tidak hanya menjadi sarana berbagi, tetapi juga bentuk dukungan kepada guru ngaji yang selama ini berperan penting dalam membangun Pendidikan agama dan membentuk karakter generasi di pelosok daerah.
Dalam kegiatan tersebut, tim BMM Region Office Jawa Timur melihat langsung aktivitas para guru ngaji mengabdikan dirinya untuk mendidik agama di tengah keterbatasan fasilitas dan kondisi ekonomi. Oleh karena itu, harapannya penyaluran ini dapat menjaga motivasi para guru ngaji untuk terus melanjutkan perjuangan dakwah dan pendidikan Islam di tengah berbagai keterbatasan hidup yang mereka hadapi.
Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesejahteraan guru ngaji pelosok desa. Sebab, di balik kesederhanaan kehidupan mereka, tersimpan jasa besar yang tidak ternilai bagi masa depan umat.
Melalui dana zakat yang diamanahkan oleh para donatur, BMM berharap dapat terus memperluas jangkauan program ini ke berbagai wilayah pelosok lainnya di Jawa Timur. Harapannya, semakin banyak guru ngaji yang terbantu, sehingga mereka tidak lagi merasa sendiri dalam perjuangan mulia mendidik generasi Qur’ani secara gratis tanpa mengharap imbalan duniawi. (**).
