Buka Prodi BI, Al Azhar Mesir Gandeng UIN Maliki Malang

22 March 2019 - 23:18 WIB
WR 3 UIN Maliki Malang Dr Isroqunnajah (kaos biru) kala menjelaskan soal pembukaan Prodi BI di Universitas Al Azhar Mesir.
WR 3 UIN Maliki Malang Dr Isroqunnajah (kaos biru) kala menjelaskan soal pembukaan Prodi BI di Universitas Al Azhar Mesir.

MALANG (SurabayaPost.id) – Universitas Al Azhar Mesir bakal membuka program studi (Prodi) Bahasa Indonesia (BI). Untuk itu, universitas Islam ternama di dunia tersebut menggandeng UIN Maliki Malang.

Wakil Rektor 3 UIN Maliki Malang, Dr Isroqunnajah mengakui hal tersebut, Jum’at (22/3/2019). Menurut dia, MoU pembukaan Prodi BI di Universitas Al Azhar Mesir itu sudah ditandatangani.

“Penandatanganan MoU dengan UIN Maliki Malang sudah dilakukan. Sekarang kami tinggal melakukan penyusunan kurikulumnya,” jelas Isroqunnajah yang diamini Ketua Senat UIN Maliki Dr Muhtadi Ridwan, WR 2 Dr Hj DR Ilfi Nur Diana MSi dan Staf Kerja Sama Internasional UIN Maliki, Dewi Hafidah.

Dijelaskan Isroqunnajah yang juga Ketua DPC Nahdlatul Ulama (NU) Kota Malang ini bila penyusunan kurikulum Prodi BI di Al Azhar University tersebut juga melibatkan dua perguruan tinggi lain di Indonesia. Dia sebutkan seperti Universitas Negeri Surakarta (UNS) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Selain itu, terang pria yang akrab disapa Gus Isro’ ini, Kemendikbud, Kemenristekdikti dan Kemenlu. “Mereka juga terlibat dalam penyusunan Prodi BI di Al Azhar Mesir,” katanya.

Ketua Senat UIN Maliki Malang Dr Muhtadi Ridwan dan Staf Kerjasama Internasional  UIN Maliki Malang Dewi Hafidah.
Ketua Senat UIN Maliki Malang Dr Muhtadi Ridwan dan Staf Kerjasama Internasional UIN Maliki Malang Dewi Hafidah.

Menurut dia, Universitas Al Azhar bukan merupakan satu-satunya institusi pendidikan di Mesir yang membuka Prodi BI. Sebab, Universitas Canal Suez dan Pusat Kebudayaan Indonesia (Puskin) juga membuka Prodi BI.

Dijelaskan dia, bila warga Mesir yang berminat belajar BI cukup tinggi. Di Universitas Canal Suez kini ada 300 mahasiswa. Pendaftarnya setiap angkatan sekitar 150 orang, tapi yang diterima hanya 50 orang.

Sedangkan di Puskin, kata dia, pendaftarnya sekitar 500 orang. Namun, tiap angkatan hanya 50 persen yang diterima. Sehingga pesertanya kini mencapai 400 orang.

Sementara di Al Azhar University, menurut dia, peminatnya terus meningkat. “Kini yang aktif sekitar 150 orang,” jelas dia.

Mereka yang berminat belajar BI itu terus meningkat. “Itu karena mereka sangat tertarik dengan keramahan orang Indonesia,” tuturnya.

Makanya, kata dia, Universitas Al Azhar berminat membuka Prodi BI. Sehingga, tiga perguruan tinggi di Indonesia termasuk UIN Maliki Malang dipercaya untuk menyusun kurikulumnya.

Selain itu, kata dia, juga mengirim dosen pengajarnya. “Untuk pembukaan Prodi BI yang akan dimulai September 2019 ini kami diminta mengirimkan empat dosen pengajarnya,” ungkap dia.

Untuk itu, kata dia, UIN Maliki Malang sudah melakukan penjaringan. Menurut dia ada 500 pendaftar. Namun, yang direkrut dan dikirimkan hanya empat orang dosen,” katanya.

Mereka yang dikirim ke Universitas Al Azhar Mesir itu, kata dia, dapat insentif dan living Cost dari Al Azhar. Sedangkan untuk transportasinya dari UIN Maliki Malang, Kemendikbud, Kemenristekdikti dan Kemenlu. “Jadi dosen pengajarnya tinggal berangkat saja,” pungkasnya. (aji)