Disidak Komisi C, Kondisi Puskesmas Induk Sangat Memprihatinkan

21 February 2020 - 22:10 WIB
Kondisi UGD Puskesmas Batu

BATU (surabayapost.id) – Komisi C, DPRD Kota Batu melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Puskesmas Induk Kota Batu, Jumat (21/2/2020). Semua anggota Komisi C yang ikut Sidak merasa sangat prihatin.

Itu karena kondisi Puskesmas yang melayani rawat inap tersebut memang sangat memprihatinkan. Kondisinya tak terawat sehingga banyak fasilitas yang rusak.

Menurut H Rudi, berdasarkan temuannya kondisi Puskesmas induk di Kota Batu itu berbanding terbalik dengan keadaan Kota Batu. “Kalau kita melihat Kota Batu luar biasa gemerlapnya,” kata dia.

Kondisi pintu Ruang Rawat Inap yang rusak ditunjuk oleh M Chaerul dan H Rudi

Namun, lanjut dia, kalau melihat fasilitas pelayanan kesehatan Puskesmas Induk sangat miris. “Coba dilihat di ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD), itu sangat miris sekali,” serunya.

Karena,menurut dia, seharusnya ruang IGD tersebut, posisinya ada didepan. Karena, kata dia demi peningkatan pelayanan sarana dan prasarananya juga harus bagus.

“Disini kan Puskesmas induk,seharusnya benar – ditingkatkan.Bahkan kami berharap mempunyai Rumah Sakit Daerah (RSD ) sendiri. Karena kita sebagai wakil rakyat, kami siap membantu demi meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat,” katanya.

Karena, lanjut dia, renovasi Puskesmas tersebut, diketahui sejak tahun 2012 silam.Untuk itu, menurut H Rudi, seharusnya setiap 5 tahun sekali ada perbaikan, agar tidak sampai parah kondisinya. “Itu segera direnovasi, di ruang IGD dan ruang inap itu yang harus didahulukan,” pesan politisi dari partai PAN ini.

Selanjutnya Sujono Djoned dari politisi partai Nasdem menambahkan, Puskesmas Batu dibangun,awalnya agar menjadi centra pusat pelayanan masyarakat batu waktu itu.

“Namun setelah dilihat dari kondisinya yang sekarang memang sangat – sangat memprihatinkan.Dan terdapat banyak sisi, mulai dari fasilitas per formennya, nampak dari luar seram dan angker dan tidak menunjukkan sebagai pusat kesehatan.Padahal pusat kesehatan itu biasanya cenderung bersih dan menumbuh kembangkan rasa nyaman,” ungkapnya.

Tapi sebaliknya ungkap dia, kalau Puskesmas Batu ini, menurutnya dari tampak luar saja sudah tidak menarik apa lagi didalamnya.Dan menurutnya tidak sama sekali menunjukkan standar sebagai pelayanan kesehatan.

“Seperti yang diketahui bersama tadi, mas – mas media mendengar sendiri pengakuannya dari salah satu pasien rawat inap selama tiga hari disini.Keluarganya mengaku pada saat malam hari merasa takut karena terlihat anker,” ngakunya.Meski begitu, keluarga pasien itu menurut Djoned, pelayanannya para perawat dipuji bagus, namun fasilitasnya yang sangat memprihatinkan.

” Termasuk persoalan kekurangan dari petugas kebersihan untuk merawat taman dan debagainya. Yang diakuhi Kepala Puskesmasnya kurang.Namun meski sudah melayangkan surat permohonan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, sekitar 1 tahun lamanya ,namun sampai saat ini hanya sebatas direspon saja, tapi tak kunjung ada penambahan tenaga kebersihan,” paparnya.

Dengan kejadian itu, maka Djoned menilai, Bahwa menunjukan dari dinas A dan dinas B kurang ada komunikasi yang baik.

Apalagi, menurut pengakuannya Kepala Puskesmas lagi, menurutnya pernah mengajukan kedinas PUPR Kota Batu untuk pemotongan ranting pohon, juga sampai saat ini diakui belum ada respon juga.

Kondisi Gudang penyimpanan obat jadi satu dengan alat- alat medis yang rusak

“Jadi Sidak hari ini, komisi C menemukan banyak hal yang didapat.Dan kami mendorong pemerintah dan dinas terkait agar bisa lebih berkomitmen terkait pelayanan terhadap masyarakat dalam melayani kesehatan. Karena dulu Puskesmas induk ini jadi kebanggaan masyarakat batu, namun sekarang terbalik malah menjadi sebuah keprihatinan,” sindir Djoned.

Untuk itu, dengan adanya kondisi seperti ini, Djoned berharap kedepannya Kota Wisata Batu agar mempunyai tempat pelayanan kesehatan yang bagus.Karena Puskesmas induk ini ,menurutnya sudah tidak ada standar kenyamanannya bagi pasien.

“Kami sayangkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, karena pada saat pertemuan dengan para dewan beberapa hari yang lalu, terkait pembahasan RAPBD, Kepala Dinas Kesehatan, Kartika, tidak menyinggung keadaannya Puskesmas yang sangat memprihatinkan ini.Dan Kartika kala itu, hanya membahas masalah yang lain,” ujar Djoned.

Untuk diketahui, dalam Sidaknya anggota Komisi C, ada 5 anggota yang hadir, diantaranya, Didik Machmud dari politisi partai Golkar, M Chaerul dari politisi partai PKS, dan Katarina Dian Neviningtiyas dari politisi partai Gerindra, H Rudi politisi dari partai PAN serta Sujono Djoned dari politisi partai Nasdem, yang ditemui Kepala Puskesmas Batu Dokter Kartini Kristalina (Gus).