Ditemukan Mayat, Warga Tanjungrejo Gempar

30 December 2018 - 15:22 WIB
Warga Tanjungrejo gempar kala ditemukan ada mayat.
Warga Tanjungrejo gempar kala ditemukan ada mayat.

MALANG (SurabayaPost.id) – Warga Dusun Gempol , Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (30/12/2018)  pagi ini gempar. Pasalnya, warga menemukan sosok mayat yang diketahui bernama Moejito (48), warga Jl Sukun Gempol Nomor 18 RT 02 RW 09, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Pria kelahiran 8 Juli 1970 itu, diduga meninggal akibat terkena angin duduk dan penyakit lambung. Menurut Budiono (52), meninggalnya Moejito diketahui saat ada kegiatan arisan yang digelar ibu PKK RT pada pukul 08.30 wib dirumah salah satu warga yang kediamannya berada didepan rumah korban. Korban diduga telah tewas lebih dari sehari. Sehingga menimbulkan arom bau yang menyengat.

” Saat itu, ibu – ibu PKK mencium bau menyengat seperti bangkai tikus. Kemudian saya melongok kedalam rumah korban melalui kaca nako dan saat itulah saya melihat korban terbujur kaku,” ucap Budiono yang dibenarkan Anang Taufik (48) saksi lainnya.

Kapolsek Sukun, Kompol Anang Tri Hananta bersama Kanit Identifikasi Polres Malang Kota, Iptu Subandi (kanan) saat olah TKP
Kapolsek Sukun, Kompol Anang Tri Hananta bersama Kanit Identifikasi Polres Malang Kota, Iptu Subandi (kanan) saat olah TKP



Selanjutnya, saksi bersama warga pun menghubungi pihak kepolisian, sementara warga lainnya berusaha membuka pintu dan melihat korban telah meninggal dunia.

Terpisah, Kapolsek Sukun, Kompol Anang Tri Hananta membenarkan kejadian tersebut. Anang bersama anggotanya langsung turun ke lokasi kejadian, begitu pula tim identifikasi Polres Malang Kota yang dipimpin Iptu Subandi langsung turun melakukan olah TKP.

“Jenazah langsung kami bawa ke RSSA untuk dilakukan visum. Dan saat pihak keluarga masih menunggu keluarga lainnya yang dari Jember,” tutur Kompol Anang.

Dengan kejadian itu, Kompol Anang pun menghimbau agar masyarakat lebih peduli pada sesamanya. Terlebih lagi, perangkat RT / RW harus rukun dan peka pada kondisi warganya.

” Saya berharap agar sekecil apapun kejadiannya, segera laporkan ke Polisi,” tandasnya. (lil)