Fasilitasi Pembelajaran Jarak Jauh, Disdikbud Buka Kelas di ATV

13 August 2020 - 17:07 WIB

BATU (SurabayaPost.id) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Batu bekerja sama dengan Agropolitan Televisi (ATV) Kota Batu untuk memfasilitasi pembelajaran jarak jauh di masa pandemi Covid-19. Untuk itu, Disdikbud membuka kelas di televisi milik Pemkot Batu itu dengan tema Ada Kelas di ATV.

Kepala Disdikbud Kota Batu Eny Rachyuningsih membenarkan hal itu, Kamis (13/8/2020). Dia menjelaskan bila kerja sama itu berawal dari berbagai persoalan yang muncul di tengah wabah Covid-19.

“Wabah itu membuat proses belajar mengajar di sekolah terganggu. Sehingga pembelajaran harus dilakukan secara daring,” jelas dia.

Pembelajaran via daring itu memunculkan persoalan baru. Sebab tak semua siswa bisa mengikuti karena terkendala koneksi jaringan telepon seluler.

Makanya, kata dia, Disdikbud harus melakukan terobosan baru. Yakni bekerja sama dengan ATV dengan membuka kelas lewat tayangan televisi tersebut.

Menurut Eny, kerja sama tersebut sebenarnya sudah dimulai sejak 27 Juli 2020 sampai desember 2020. Meski begitu, Eny mengaku tetap membangun ikatan emosional antara guru dan murid.

“Karena narasumbernya adalah guru – guru Kota Batu secara bergantian. Yang saat ini berjalan untuk jenjang SD dan SMP. Rencananya di bulan depan untuk jenjang TK juga,” jelas dia.

Untuk mengisi program itu, lanjut dia, namanya “Ada Kelas di ATV. “Program ini dilatarbelakangi berbagai persoalan yang muncul dengan adanya pembelajaran daring bagi siswa yang tidak punya HP,” katanya.

Karena,kata dia, orang tua nya yang tidak cukup punya kuota.Lantas dengan melalui ATV tersebut, menurutnya sudah tidak perlu HP maupun kuota.

“Program ‘Ada Kelas di ATV ’ tersebut, adalah ikhtiar inovatif mencari model pembelajaran di tengah pandemi. Karena pembelajaran tak boleh berhenti. Adaptif atau menyesuaikan dalam berbagai situasi agar kebiasaan belajar tidak berhenti,” tegasnya.

Itu, semua, tegas dia,karena sangat peduli dengan anak didik dan gurunya yang terpisah jarak.Dan peduli terhadap orang tua murid, menurutnya karena faktor sosial dan ekonomi yang sulit.

“Program yang dimaksud masih belum sempurna, tapi kami akan terus berbenah sambil berproses. Sementara ini Ijinkan kami terus bersama mengabdi.Dan semoga diberi kemudahan dan keberkahan,” harapnya (Gus).