Horeee…Kabar Gembira, Disparta Buka Seluruh Destinasi Wisata Kota Batu

13 August 2020 - 15:07 WIB

BATU (SurabyaPost.id) – Kabar gembira. Dinas Pariwisata (Disparta) telah membuka portal menuju wisata Kota Batu. Seluruh destinasi wisata bebas beroperasi meski dengan protokol kesehatan yang ketat, tertib dan disiplin.

Hal tersebut disampaikan Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq, Kamis (13/8/2020). “Alhamdulillah semua destinasi wisata di Kota Batu telah beroperasi. Wisatawan bisa berkunjung ke Kota Batu,” jelas dia dengan suka cita.

Meski begitu, dia mengingatkan jika seluruh destinasi wisata yang beroperasi itu harus mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan. Protokol itu kata dia diterapkan dengan layanan responsif, siaga, tertib dan disiplin. “Ya sesuai SOP protokol kesehatan Covid-19,” katanya.

Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Batu yang sapaan akrabnya Arief ini, ini menegaskan jika banyak harta karun kekayaan alam yang tersimpan di Kota Batu. Kekayaan alam itu dikatakan dia sangat beragam yang diyakini bisa memanjakan para wisatawan yang berkunjung ke Kota Wisata Batu.

“Keindahan alamnya luar biasa. Itu bisa memanjakan para wisatawan lokal maupun manca negara. Seperti halnya, fotografi wilayah pegunungan dari 900 – 1600 meter DPL. Kondisinya yang berada di dataran tinggi dikelilingi panorama gunung – gunung super indah terlihat eksotis. Semua itu ada di Kota Batu,” ungkapnya.

Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq,

Dia sebutkan keindahan Gunung Arjuno, Gunung Welirang dan Gunung Anjasmoro serta Gunung Panderman dan Gunungan Banyak. Menurut dia, wisatawan bisa menikmati kesegaran suhu udara pada siang hari yang rata – rata 25 derajat celcius. Itu akan terasa sangat sejuk.

“Jadi ketika ada di pdalam rumah, sudah tidak perlu lagi menggunakan AC. Apalagi dengan air sumber penguripan (penghidupan) dan hutan paru-paru dunia. Sehingga, Kota Batu menjadi gudangnya sumber mata air,” paparnya.

Itu menurut dia juga dilengkapi dengan 157 sumber mata air dingin, 3 sumber air panas natural yang terawat dengan baik. Bahkan menurut dia, titik nol hulu sumber air Sungai Brantas ada di Arboretum Kota Batu. Sumber air itu menyusuri 18 Kabupaten dan Kota di Jawa Timur.

“Sungai Brantas itu juga bermuara di Kota Surabaya. Tapi sumber mata airnya ada di wilayah administrasi Kota Wisata Batu. Sedangkan semua destinasi itu tersebar di tiga kecamatan atau lima Kelurahan serta 19 desa berpenduduk 220 ribu jiwa,” terangnya.

Menurut dia, wisatawan dijamin bakal kerasan di Kota Batu. Sebab, tidak hanya alamnya yang indah. Namun, masyarakatnya yang ramah karena didominasi kultur pedesaan. Kultur itu menurutnya, masih lekat dengan budaya gotong-royong, sopan santun dan toleransi beragama yang tinggi.

“Dari sejumlah ratusan ribu penduduk tersebut, 60 persen adalah petani. Mereka beraktivitas dalam sektor pertanian yang sangat subur gemah ripah loh jinawih,” ujarnya.

Jadi tak heran kalau Kota Batu, ujar dia, sejak zaman kuno, sudah jadi jujukan wisata peristirahatan. Bahkan terdapat banyak peninggalan candi kerajaan, situs-situs kuno dan rumah-rumah kolonial bertebaran di beberapa penjuru Kota Batu.

“Selain itu terdapat pula gua – gua persembunyian tentara Jepang yang masih natural dan terjaga sampai saat ini di bumi Kota Batu. Maka jangan heran kalau banyak wisatawan yang pernah berkunjung ke Kota Wisata Batu, banyak yang mengklaim sangat keren,” ucapnya.

Kondisi tersebut, ucap dia, ditunjang dengan banyaknya pilihan destinasi wisata yang tersebar di Kota Batu. Menurutnya mulai dari pedesaan hingga yang berada di perkotaan.

“Jadi benar-benar sangat keren. Sebab, ada 91 destinasi wisata berbasis alam tereksplor, dan 24 wisata desa serta 8 kawasan wisata. Bahkan terdapat 7 air terjun, ditambah 20 destinasi wisata lainnya,” tutur Arief bangga.

Menurut dia, itu masih belum cukup. Sebab terdapat 831 layanan akomodasi hotel, homestay, villa, guest house dan 99 resto yang bisa dinikmati wisatawan.

Hal itu, kata Arief, belum termasuk rumah makan dan cafe. Lalu rumah makan kecil dan masih banyak pilihan yang lainnya lagi.

“Itu mengingat ada 77 jasa wisata mic spa dan tempat karaoke serta biro perjalanan guide. Semua itu memberi kontribusi pada sektor pariwisata untuk daerah pada tahun 2019 lalu. Bahkan sektor itu menyerap tenaga kerja sebanyak 13.017 penduduk,” jelasnya.

Dia mengungkapkan bila kontribusi wisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batu lumayan besar, sekitar 60 persen. Itu dari total PAD 2019 sebesar Rp 200 miliar.

“Untuk kunjungan wisata yang tercatat mencapai 7 juta wisatawan. Kunjungan tersebut khusus tahun 2019,” bebernya.

Demi meningkatkan kunjungan wisatawan itu, Arief mengaku akan menggunakan strategi pemberdayaan. Menurut dia itu diyakini bisa memulihkan nadi perekonomian dalam dunia usaha pariwisata di masa wabah Covid-19 ini.

“Pada tahap pertama mulai 16 Maret sampai Juni, 2020, tanggap bencana dengan penutupan semua usaha. Kemudian tahap berikutnya pada bulan Juni sampai Desember itu memasuki tahap pemulihan usaha wisata,” katanya.

Pada tahapan selanjutnya, menurut dia dari Januari sampai Desember pada Tahun 2021 mendatang. Hal itu kata dia sudah masuk tahapan normalisasi menyeluruh.

“Strategi pada tahap pemulihan sektor pariwisata Kota Wisata Batu dibuka dengan protokol kesehatan. Ya kita sembari kampanye kalau wisata Kota Batu telah beroperasi dengan protokol kesehatan yang ketat, tertib dan disiplin,” ngakunya.

Selanjutnya, dengan updating usaha pariwisata secara periodik yang menurutnya menyangkut làporan pengawasan usaha pariwisata sesuai protokol kesehatan. Pelaksanaan tersebut akan tetap dievaluasi.

“Bagi pelanggar bakal dikenakan sanksi dan penutupan usahanya. Kemudian laporan permasalahan teknis usaha pariwisata dan laporan kunjungan wisata ter-up date,” ungkapnya.

Kemudian, menurut dia, kerjasama promosi dan publikasi dengan industri media informasi publik pariwisata Kota Batu. Dia mengatakan bila Kota Batu menerima kunjungan wisatawan skala besar. Sebab Kota Wisata Batu diyakini bisa menjamin memanjakan para wisatawan.

“Mulai dari penyelenggaraan daya tarik wisata, event ikonik dan gelar seni budaya pelaksanaannya nanti sesuai protokol kesehatan. Karena itu KWB Save Tourism pro wisata Indonesia akan berjalan dengan baik,” pungkasnya. (Gus)