Gelar Pasukan, Polres Makota Lakukan Simulasi Penanganan Demo

11 April 2019 - 15:07 WIB
Demo massa yang brutal seperti ini sudah diantisipasi jajaran kepolisian lewat simulasi yang digelar di Jalan Simpang Balapan.

MALANG – (SurabayaPost.id) – Polres Malang Kota (Makota) melakukan gelar pasukan di Jalan Ijen dan Simpang Balapan, Kamis (11/4/2019). Dalam gelar pasukan tersebut juga dilakukan simulasi penanganan aksi demo.

Ratusan massa lengkap dengan spanduk melakukan aksi demo di Jalan Ijen, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur. Aksi mereka dihadang puluhan polisi yang sedang berjaga.

Beberapa dari massa tersebut ada yang melakukan tindakan anarkis. Mereka melemparkan apapun kepada polisi.

Polisi menghadang lemparan dari massa tersebut. Mereka menggunakan tameng menghalau massa yang mulai beringas.

Bahkan, polisi sampai menyemprotkan gas air mata ke arah massa. Sehngga massa bergerak mundur dan beberapa ada yang terjatuh serta tergeletak di jalan raya.

Kapolres Makota AKBP Asfuri SIK MH

Dalam simulasi tersebut, jajaran anggota kepolisian baik dari Polres Malang Kota maupun Brimob Polda Jawa Timur melakukan antisipasi untuk menjaga ketertiban. Mulai dari simulasi pendistribusian surat suara, masa tenang kampanye, hingga pada saat pencoblosan.

Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri mengatakan, dalam menjaga Pemilu 2019 ini pihaknya tidak akan menganggap bahwa Kota Malang ini kondusif selamanya. “Kami harus mempunyai prediksi, melihat hal yang jelek sehingga kami dapat mengambil langkah-langkah antisipasi bila terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini juga sebagai subclass untuk menunjukkan bahwa TNI/Polri dan elemen masyarakat siap untuk mengamankan agenda nasional ini di tahun 2019.

Dijelaskan Asfuri, TPS-TPS, dan posko pemenangan yang ada di Kota Malang nanti akan ikut dipantau. Antisipasinya dengan menempatkan beberapa personel.

Polisi bekuk massa yang brutal

“Jumlah personel yang akan kami terjunkan dalam pelaksanaan pengamanan Pemilu 826 Polri, dua SSK, Linmas dan bantuan dari Satpol PP maupun elemen lainnya,” ujarnya.

Untuk di Kota Malang sendiri, kata Asfuri tidak ada titik-titik kerawanan yang patut diwaspadai. Meskipun demikian, pihaknya sudah siapa melakukan antisipasi dengan melakukan Sispamkota atau Sistem Pengamanan Kota.

“Kami akan menempatkan pasukan yang sudah standby di Polresta ataupun Polsek untuk melakukan penanganan apabila di satu titik ada peristiwa yang perlu untuk ditangani,” imbuhnya.

Asfuri juga mengimbau kepada masyarakat di Kota Malang agar menggunakan hak pilihnya pada tanggal 17 April nanti. Dia berharap, partisipasi dari masyarakat Kota Malang tinggi guna menentukan pemimpin untuk masa depan Bangsa Indonesia.

“Semoga, masyarakat tidak termakan dengan adanya informasi-informasi hoax di media sosial, mudah-mudahan hal itu tidak terjadi di di Kota Malang dan kami ingin bersinergi untuk menjaga kota Malang ini,” tandasnya. (lil)