Genjreng Dhewen Terobsesi  Mengkolaborasikan Musisi Muda  dan  Musisi Kesohor 

16 October 2019 - 20:07 WIB

BATU (SurabayaPost.id) – Para musisi di Kota Batu diyakini sangat potensial. Mengingat Kota Batu sebagai Kota Wisata, sudah selayaknya beriringan dengan perkembangan dan sorotan seni budaya di daerah Bumi Kota Batu.

Ketua pelaksana Genjreng Dhewen, bersama Among Tani Foundation (ATF) Didik,  mengungkapkan hal itu, Rabu (16/10/2019). Menurut Didik, para musisi muda Batu banyak yang potensial.

Makanya, kata dia, ATF merasakan sudah selayaknya musisi Kota Batu mendapatkan atensi dan apresiasi. Sebab karya – karya  mereka sudah mewarnai era digital.

Itu karena, terang dia, wawasan dan pengetahuan mereka sangat potensial.  Terutama terkait jaringan yang merupakan hal mutlak bagi musisi Kota Batu.

Menurut Didik,  ATF akan berusaha mensinergikan potensi musisi – musisi Kota  Batu. Utamanya musisi muda Kota Batu dengan musisi papan atas. Dia sebutkan seperti Totok Tewel yang merupakan  gitaris handal dari Kota Malang.

“Dia telah malang melintang puluhan tahun menekuni dunia musik Indonesia. Totok Tewel adalah salah satu maestro gitar Indonesia, yang bergabung dengan banyak band besar seperti Ogle Eyes, Elpamas, dan Swami serta Kantata Takwa,” ungkapnya.

Selain itu, ungkap dia, saat ini  sang maestro gitaris tersebut telah melahirkan satu album solo Miber Dhewen.  Menurutnya, album solo yang baru itu bakal segera dirilis.

“Kolaborasi dengan Yasa, gitaris cilik dan Salma Arsanty. Mereka lahir di tahun 2000 an, maka  kehadiran dan interaksi antara Totok Tewel bersama dua gitaris cilik tersebut sangatlah penting,” punjinya.

Yasa dan Salma Arshanty  menurutnya, adalah bagian dari masa depan musik Kota Batu. Alasannya, karena mereka penuh semangat dalam berkarya.

” Totok Tewel yang sudah menyandang nama besar, masih terus produktif dan masih melahirkan karya – karya barunya. Permainan beberapa gitaris tersebut merupakan kolaborasi generasi yang diharapkan bisa melahirkan sinergi dan energi yang bagus dalam membentuk atmosfer musik di bumi Kota Apel ini,” tegasnya.

Sebagai karakter dari identitas Kota Batu, tegas dia, ATF berusaha melakukan sinergitas itu secara terintegrasi. Karena menurutnya, musik merupakan bagian besar dari industri musisi yang kreatif, ruang ekspresi dan manajemen kreasi.

“Merupakan fokus dari ATF dalam kepedulian dan concern ATF dalam upaya membangun seni modern sebagai bagian dari karakter Kota Batu,” paparnya.

Genjreng Dhewen, menurutnya, akan  menjadi fokus perhatian. Khususnya pada  penampilan Nova Ruth sebagai solois yang telah manggung di berbagai negara. 

“Dia merupakan salah satu musisi WNI yang lebih dikenal di dataran Eropa daripada di negerinya sendiri. Yang perlu diketahui, Nova Ruth baru menyelesaikan ekspedisi menjelajah lautan dunia dengan kapal Phinisi,” timpalnya.

Hal senada dikatakan, Showdirector Luky Hidayat. Menurutnya, Nova Ruth telah membawa misi mengenalkan budaya dan  kapal Indonesia ke setiap negara yang disinggahi.

“Telah membuat pertunjukan di atas kapal Phinisinya dan setiap pelabuhan dimana kapal tersebut bersandar,” urainya.

Sementara itu, Totok Tewel mengaku sangat mengapresiasi atas penampilan para musisi belia itu. Menurut dia, mereka harus terus berkarya kedepannya. 

“Kita berharap agar lebih banyak lagi ruang – ruang kreasi di Kota Batu. Sehingga lahir karya besar dari tangan musisi besar Kota Batu,” harap Totok Tewel yang diamini Nova Ruth. (Gus)